Kolaborasi Pemdes Swarga Bara dengan MBG Jadi Langkah Baru Perkuat Ekonomi Desa

POLITIKAL.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Swarga Bara terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Salah satu langkah strategis yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah kemitraan dengan Market Building Group (MBG), sebuah program yang membuka akses pemasaran lebih luas bagi pelaku usaha desa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman menyampaikan bahwa kerja sama ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan peluang ekonomi baru bagi warga.
Menurutnya, desa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi daerah, melainkan harus aktif mengambil bagian dalam rantai pasok dan kegiatan produktif lainnya.
“Kami ingin warga Swarga Bara tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut terlibat dalam rantai ekonomi. Melalui MBG, pelaku usaha desa punya kesempatan masuk ke pasar yang lebih besar,” ujarnya.
Inisiatif Pemdes Swarga Bara ini mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Bahkan, pada tahap peresmian awal program, Bupati Kutai Timur turut hadir dan mengapresiasi langkah desa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Wahyuddin mengungkapkan bahwa kunjungan Bupati menjadi momentum penting bagi desa.
Dari sana, pemerintah daerah melihat langsung bahwa Swarga Bara telah menjadi salah satu desa perintis yang mulai terlibat dalam kegiatan MBG.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi warga,” ucapnya.
Sejumlah pelaku usaha lokal diketahui telah menjalin komunikasi intens dengan pihak MBG.
Mereka mulai menyiapkan berbagai komoditas unggulan yang akan dipasok ke jaringan MBG, terutama bahan pangan segar.
Dua komoditas utama yang kini tengah difokuskan adalah ayam petelur dan produk pertanian lokal.
Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi tinggi dan stabil untuk memenuhi kebutuhan pasar MBG.
“Saya dengar ada beberapa wirausahawan yang bekerja sama dengan MBG. Harapannya hasil ayam petelur dan pertanian bisa masuk ke dapur MBG sebagai bahan baku utama,” ungkapnya.
Tidak hanya sebatas pemasaran, kemitraan dengan MBG juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga mengenai cara kerja pasar modern.
Masyarakat mendapatkan wawasan mengenai manajemen rantai pasok, standar kualitas produk, serta sistem pemasaran yang profesional.
Wahyuddin menilai bahwa pengalaman ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong munculnya wirausahawan baru di desa.
“Melalui MBG, warga bisa belajar bagaimana cara kerja pasar yang lebih profesional. Ini pengetahuan berharga bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski proses berjalan cepat, Pemdes Swarga Bara mengakui bahwa hingga kini belum ada nota kesepahaman (MoU) resmi dengan MBG.
Namun komunikasi intens dan kesamaan visi membuat arah kerja sama semakin matang.
“Belum ada MoU langsung, tapi komunikasi dan arah kerja sama sudah mulai terjalin,” ungkap Wahyuddin.
Pemdes Swarga Bara menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta maupun lembaga ekonomi lainnya, selama memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui kemitraan strategis seperti bersama MBG, Swarga Bara optimistis mampu memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan warga, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja di tingkat desa. (Adv)
