Advertorial

Lewat Peluncuran RAD Sitisek Kutim, Pemkab Perkuat Komitmen Tangani Anak Tidak Sekolah

Alokasi Anggaran Pendidikan Capai Lebih dari 20 Persen APBD

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Teranyar, Pemkab Kutim luncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (Sitisek).

Program ini menjadi bagian dari Aksi Proyek Perubahan (Proper) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono.

Kegiatan peluncuran berlangsung di Royal Victoria Hotel, Sangatta Utara, pada Jumat (21/11/2025) dan diresmikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa kebijakan yang tepat hanya bisa dihasilkan dari data yang akurat dan terverifikasi, terutama terkait persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Penekanan Validasi Data untuk Kebijakan yang Tepat Sasaran

Ardiansyah meminta instansi terkait untuk segera melakukan verifikasi data ATS.

Hal agar tidak terjadi kesalahan dalam penyusunan program.

Ia menekankan bahwa polemik soal angka ATS tidak boleh berlarut-larut.

“Saya minta Dinas terkait untuk segera melakukan validasi data di lapangan. Jangan sampai persoalan ini menjadi polemik berkepanjangan. Ini tidak bisa menunggu lagi,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh anak di Kutim memperoleh akses pendidikan baik formal maupun nonformal.

Melalui berbagai kebijakan yang sudah berjalan, Pemkab Kutim terus memperkuat sarana, prasarana, serta memberikan bantuan langsung kepada civitas pendidikan sebagai bentuk dukungan nyata.

Alokasi Anggaran Pendidikan Capai Lebih dari 20 Persen APBD

Komitmen besar Pemkab Kutai Timur terhadap pembangunan SDM tercermin dari alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20 persen dari APBD.

Ardiansyah menyebut, kebijakan tersebut menjadi pendorong penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kutim.

“Melalui berbagai kebijakan termasuk alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen lebih dari APBD, Pemkab Kutim ingin memastikan pembangunan pendidikan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan fondasi penting untuk mewujudkan SDM unggul yang mampu membawa Kutim mencapai visi besar ‘Kutai Timur Hebat 2045’.

Disdikbud Gandeng Akademisi untuk Penguatan Data ATS

Di sisi lain, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono menjelaskan bahwa RAD Sitisek disusun melalui kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Program ini menggunakan pendekatan holistik, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas.

Mulyono menargetkan RAD Sitisek mampu menghasilkan data anak putus sekolah yang akurat dan terverifikasi per kecamatan dengan metode by name by address, sehingga program yang disusun pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Selain penguatan data, Disdikbud juga membentuk Forum Kolaboratif lintas sektor sebagai wadah koordinasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Forum ini akan menyatukan langkah strategis dan menyusun deklarasi bersama sebagai komitmen kolektif dalam menangani isu ATS secara terpadu dan berkelanjutan.

Pemkab Kutim Mantapkan Langkah Menuju Pendidikan Berkualitas

Peluncuran RAD Sitisek menjadi langkah penting Pemkab Kutai Timur dalam memperkuat tata kelola pendidikan di daerah.

Melalui validasi data, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan anggaran yang besar, pemerintah daerah menegaskan komitmen kuat untuk memastikan tidak ada lagi anak di Kutim yang tertinggal dalam akses pendidikan. (adv)

Show More

Related Articles

Back to top button