Pemerataan Pembangunan, Akses Jalan Desa Seriung Menuju Sangkulirang Jadi Prioritas Dinas PUPR Kutim

POLITIKAL.ID – Selama bertahun-tahun, masyarakat Desa Seriung mengeluhkan kondisi jalan dari Sangkulirang yang belum sepenuhnya layak, terutama saat musim hujan.
Akses yang sulit ini membuat mobilitas warga terbatas, biaya distribusi tinggi, dan peluang ekonomi desa terhambat.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) tengah mempersiapkan rencana pembangunan jalan penghubung dari Sangkulirang menuju Desa Seriung tersebut.
Proyek tersebut sudah diusulkan dalam paket proyek multi-tahun (MY).
Proyek ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menutup kesenjangan infrastruktur antarwilayah.
Komitmen Pemerintah untuk Keadilan Infrastruktur
Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa pengajuan proyek pembangunan jalan Seriung merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan semua wilayah mendapat akses yang layak.
“Ada banyak daerah yang selama ini belum tersentuh akses memadai, dan Seriung termasuk di dalamnya. Kami ingin masyarakat di desa tidak lagi tertinggal dari wilayah pusat,” jelas Joni.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya soal fisik infrastruktur, tetapi bagian dari upaya pemerataan pembangunan sosial dan ekonomi di Kutim.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Bagi masyarakat, jalan Seriung bukan sekadar proyek pembangunan.
Infrastruktur ini dipandang mampu membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pemasaran hasil kebun hingga kemudahan mobilitas menuju layanan pendidikan dan kesehatan.
Beberapa tokoh masyarakat menambahkan, akses jalan yang lebih baik akan memotong biaya distribusi, meningkatkan kunjungan wisata lokal, serta mendorong masuknya investasi kecil di desa.
Dengan kata lain, pembangunan jalan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Proyek Multi-Tahun untuk Pembangunan Berkelanjutan
Joni Abdi Setia menekankan bahwa proyek jalan Seriung diusulkan melalui skema multi-tahun (MY) untuk memastikan pembangunan dilakukan secara berkelanjutan hingga tuntas.
“Itu juga menjadi alasan kami mendorong proyek ini masuk MY. Dengan skema ini, proses pembangunan bisa dilakukan berkelanjutan hingga benar-benar tuntas,” kata Joni.
Ia juga menegaskan komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal serta transparansi proses pembangunan, sehingga manfaat proyek dapat langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.
Simbol Pemerataan dan Harapan Baru
Proyek jalan Seriung kini menjadi simbol upaya Pemkab Kutim dalam mendorong desa-desa terpencil sejajar dengan wilayah pesisir dan perkotaan.
Peningkatan akses ini tidak hanya akan memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka peluang sosial dan ekonomi baru yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, pembangunan jalan Desa Seriung diyakini menjadi momentum penting untuk menutup kesenjangan wilayah, menciptakan pemerataan pembangunan, dan memberikan harapan baru bagi warga Kutim, khususnya masyarakat Desa Seriung. (adv)
