Advertorial
Trending

Keindahan dan Filosofi Batik Lebah Kelulut Khas Sangatta Selatan, Mulai Diperkenalkan ke Publik

POLITIKAL.ID – Plt Camat Sangatta Selatan Rusmiati memperkenalkan batik khas daerahnya pada Lomba Busana Wastra yang digelar TP PKK Kutai Timur (Kutim), Rabu (26/11/2025).

Batik ini memukau pengunjung dengan desain yang unik, kaya makna, dan sarat filosofi.

Rusmiati menekankan bahwa batik bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga simbol identitas budaya dan nilai-nilai positif yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Motif Utama: Lebah Kelulut

Batik ini menonjolkan motif lebah kelulut sebagai ikon utama.

Lebah melambangkan ketekunan, kerja sama, dan persatuan.

Dalam corak batik, lebah digambarkan bergerak kompak, mencerminkan masyarakat Sangatta Selatan yang selalu menjaga keharmonisan.

Lebah besar di bagian tengah melambangkan pemimpin bijak, yang menjaga keseimbangan koloni, sekaligus menjadi inspirasi untuk masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Filosofi lebah yang mengumpulkan nektar sedikit demi sedikit hingga menghasilkan madu berkualitas tinggi, menggambarkan ketekunan dan kesabaran dalam bekerja.

Bunga: Simbol Kehidupan dan Harapan

Selain lebah, batik ini dihiasi dengan bunga-bunga bermekaran yang melambangkan keindahan, kesuburan, energi positif, dan sumber kehidupan.

Hubungan erat antara bunga dan lebah menjadi representasi saling menguntungkan antara manusia dan alam, maupun antarwarga.

“Bunga juga menjadi lambang kesuburan serta harapan agar Sangatta Selatan terus berkembang dengan nama yang harum,” ujarnya.

Rusmiati berharap bunga dalam motif batik juga menjadi lambang harapan agar Sangatta Selatan terus berkembang dengan nama yang harum.

Motif sarang madu atau honeycomb turut melengkapi keindahan batik khas ini.

Pola heksagonal yang tersusun rapi melambangkan kesempurnaan, keutuhan, dan keteraturan.

Filosofi ini mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara terstruktur akan menghasilkan manfaat besar bagi semua.

“Sarang madu adalah lambang bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan terstruktur akan menghasilkan manfaat besar bagi semua,” jelasnya.

Batik sebagai Identitas dan Potensi Lokal

Rusmiati menegaskan bahwa batik Sangatta Selatan bukan hanya pakaian, tetapi representasi nilai luhur dan identitas budaya.

Batik ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong perekonomian melalui industri kreatif.

Dengan penggunaan dan promosi yang konsisten, batik lebah kelulut diharapkan menjadi simbol khas Sangatta Selatan yang dikenal luas, serta menyampaikan pesan tentang harmoni, kerja keras, dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. (Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button