Prabowo Hapus Utang KUR Petani Terdampak Bencana di Sumatra

POLITIKAL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meringankan beban para petani yang lahannya rusak akibat bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam kunjungan ke Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12).
Kunjungan Prabowo ini untuk meninjau langsung penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah itu sejak 26 November lalu.
Setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Presiden Prabowo bersama Mualem menggunakan helikopter langsung melanjutkan perjalanan meninjau lokasi terdampak bencana Hidrometeorologi Aceh, yaitu di Kabupaten Bireuen.
Dalam kunjungannya ini, Prabowo menyampaikan bahwa utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang terdampak akan dihapus sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyat yang mengalami musibah.
Prabowo mengatakan, dari hasil pantauan langsung di lapangan, ia melihat banyak sawah dan lahan pertanian rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November lalu. Sejumlah bendungan juga dilaporkan jebol sehingga memperparah kerusakan lahan pertanian.
“Kemudian utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, kita akan hapus. Jadi petani jangan khawatir enggak bisa kembalikan utang, karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa,” ujar Prabowo.
Dampak Bencana Hidrometeorologi
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra, termasuk Aceh, telah menimbulkan kerugian besar bagi sektor pertanian. Berdasarkan data posko tanggap darurat bencana Aceh per Minggu (7/12), luas sawah warga yang terdampak mencapai 65.105 hektar, sementara kebun yang rusak seluas 14.741 hektar. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak bencana terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain kerusakan lahan, infrastruktur pertanian seperti irigasi dan bendungan juga mengalami kerusakan signifikan. Hal ini berpotensi mengganggu siklus tanam berikutnya jika tidak segera dilakukan rehabilitasi. Kondisi tersebut membuat banyak petani khawatir tidak mampu melanjutkan usaha tani mereka, apalagi dengan beban utang KUR yang masih berjalan.
Langkah Pemerintah
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan rehabilitasi lahan pertanian dan sawah yang rusak.
“Sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya, petani-petani tak usah khawatir yang sawahnya rusak kita akan bantu memperbaiki,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan pangan akan terus didatangkan ke Aceh dengan bantuan seluruh instansi terkait. Hal ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat dan pemulihan.
Kebijakan Penghapusan Utang KUR
Kebijakan penghapusan utang KUR ini menjadi langkah yang cukup jarang dilakukan pemerintah. Biasanya, dalam situasi bencana, pemerintah hanya memberikan restrukturisasi atau penundaan pembayaran utang. Namun kali ini, Prabowo menegaskan bahwa utang akan dihapus sepenuhnya bagi petani yang terdampak.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil, khususnya petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan dihapusnya utang KUR, diharapkan petani dapat kembali bangkit tanpa terbebani kewajiban finansial yang sulit mereka penuhi akibat kerusakan lahan.
Dengan adanya kebijakan penghapusan utang KUR dan rehabilitasi lahan pertanian, diharapkan para petani dapat segera bangkit dari keterpurukan. Pemerintah juga berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur pertanian agar lebih tahan terhadap bencana di masa mendatang.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Jika rehabilitasi berjalan cepat dan efektif, maka produksi pangan dapat kembali normal dan tidak menimbulkan krisis berkepanjangan.
Dalam kunjungannya ini, Prabowo tampak mendengarkan cerita para masyarakat terdampak banjir. Para warga yang berada di tenda pengungsian antusias bersalaman dengan Prabowo.
Prabowo juga mengecek dapur umum posko. Setelah berbincang dengan warga, Prabowo sempat makan bersama warga.
“Makan pakai ikan tongkol,” kata Prabowo.
Ini merupakan kedua kalinya Prabowo ke Aceh untuk mengecek dampak bencana. Pada 1 Desember lalu, Prabowo meninjau Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
(*)
