Target PAD Rp1 Triliun, BKS Genjot Kemitraan di Sektor Pertambangan

POLITIKAL.ID, Samarinda — Di tengah kekhawatiran masyarakat atas melemahnya kemampuan fiskal daerah, PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS), salah satu Perusahaan Daerah (Persuda) Kaltim di sektor pertambangan batu bara, menyatakan komitmennya memperluas kolaborasi dengan perusahaan tambang pada 2026.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan publik di Kalimantan Timur.
Direktur Utama BKS, Nidya Listiyono, menyampaikan Perusda membutuhkan ruang kemitraan yang lebih besar untuk terlibat dalam seluruh rantai bisnis pertambangan, mulai dari produksi komersial, distribusi energi, hingga layanan pendukung industri tambang dan pelabuhan.
“Kami berharap seluruh entitas perusahaan, terutama perusahaan tambang di Kaltim, bisa bekerja sama dengan Perusda,” Ungkapnya kepada awak media. Senin (1/12/2025).
Saat ini BKS tercatat memiliki saham pada PKP2B PT Mahakam Sumberjaya yang memberikan kontribusi PAD sekitar Rp50–70 miliar per tahun. Namun Tyo sapaan karibnya menilai potensi tersebut masih jauh dari optimal.
“Jika kami mendapat ruang kerja sama yang lebih besar, target kontribusi PAD bisa naik menjadi Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per tahun,” Ucapnya.
Komitmen BKS ini menjadi penting karena struktur pendapatan transfer daerah pada APBD 2026 turun drastis. Berdasarkan rancangan APBD, pendapatan transfer merosot dari Rp9,33 triliun menjadi Rp3,13 triliun, termasuk penurunan besar pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari Rp6,06 triliun menjadi Rp1,62 triliun.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Kaltim menempatkan PAD sebagai penopang utama APBD yang kini disesuaikan dari Rp21,35 triliun menjadi Rp15,15 triliun.
Menjawab tantangan itu, Tyo menambahkan pihaknya menyiapkan sejumlah pola kemitraan seperti kerja sama konsesi tambang, distribusi energi dan BBM industri, jasa operasional pertambangan, jasa pelabuhan, joint operation penjualan batu bara, hingga penyertaan modal pada anak usaha.
“BUMD kuat berarti PAD kuat. Dan PAD kuat berarti layanan publik makin besar,” tutupnya. (ADV)
