
POLITIKAL.ID- Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan berbasis budaya sebagai penjaga harmoni sosial dan perekat kebersamaan di kota yang majemuk.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Ikatan Keluarga Lio Ende (IKLE) Kota Samarinda di Aula Keuskupan Agung Samarinda, Jalan Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (14/12/2025).
“IKLE Samarinda tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Saefuddin.
Perayaan berlangsung meriah dengan penampilan beragam seni dan budaya khas Lio Ende.
Sejumlah kelompok seni, paguyuban keluarga, hingga kelompok arisan Lio Ende turut ambil bagian, menampilkan tarian tradisional, musik daerah, dan atraksi budaya yang memikat para undangan.
Kedatangan rombongan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, disambut hangat dengan tarian adat Lio Ende sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap peran komunitas budaya dalam menjaga harmoni sosial di Kota Samarinda.
Pemkot Apresiasi Peran IKLE Samarinda
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar IKLE Samarinda. Ia menilai usia 22 tahun merupakan fase kedewasaan organisasi yang menunjukkan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tanah perantauan.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-22 kepada seluruh Keluarga Besar IKLE Samarinda. Usia ini menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga silaturahmi dan melestarikan nilai luhur budaya Lio Ende di tengah masyarakat Samarinda,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema perayaan tahun ini mencerminkan semangat kebhinekaan yang sejalan dengan kehidupan masyarakat Samarinda yang majemuk.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti IKLE memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni sosial, perekat persaudaraan, serta pelopor toleransi antarumat beragama dan antarsuku.
Budaya sebagai Jati Diri dan Kekuatan Pembangunan
Saefuddin menegaskan bahwa malam puncak gebyar budaya tersebut merupakan wujud nyata pelestarian budaya daerah. Pemerintah Kota Samarinda, kata dia, sangat mendukung kegiatan budaya karena budaya merupakan jati diri bangsa sekaligus kekuatan dalam membangun kota yang beradab dan berdaya saing.
“Melalui kegiatan budaya seperti ini, kita tidak hanya merayakan warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar mereka tumbuh menghargai akar budayanya dan terbuka terhadap perbedaan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keluarga besar seperti IKLE Samarinda.
IKLE Adalah Rumah Nilai dan Persaudaraan
Sementara itu, Ketua IKLE Samarinda Petrus Pelo Djoka dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama 22 tahun. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang merawat budaya secara bersama-sama akan membangun kekuatan moral dan sosial bagi masa depan komunitas Lio Ende.
“Kita boleh melangkah dari tempat yang berbeda dan berasal dari latar belakang yang beragam. Namun ketika kita melangkah bersama dalam semangat saling menghormati dan saling menopang, perjalanan itu akan menjadi kuat dan bermakna,” tuturnya.
Pesan tersebut, kata Petrus, menjadi nilai luhur yang menjadi bahan rangkuman dalam tema HUT ke-22 IKLE Samarinda, yakni melangkah bersama dalam semangat persaudaraan. Ia menegaskan bahwa IKLE adalah rumah nilai, rumah budaya, dan rumah persaudaraan bagi warganya di tanah rantau.
Di usia ke-22 ini, Petrus berharap IKLE Samarinda semakin dewasa dan mampu menatap masa depan dengan tanggung jawab yang lebih besar, tetap teguh menjaga identitas, serta hadir memberi arti bagi masyarakat luas.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Kecamatan Sungai Pinang, Pemerintah Kelurahan Gunung Lingai, para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, dewan juri, sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Perayaan HUT ke-22 IKLE Samarinda pun menjadi simbol kuatnya persaudaraan, pelestarian budaya, dan komitmen bersama dalam menjaga harmoni di Kota Samarinda yang beragam.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah kota Samarinda yang terus-menerus mendukung kegiatan kami” ucap Petrus Pelo Djoka
(Redaksi)
