Paris Hilton Desak Parlemen AS Sahkan UU Defiance Act Guna Perangi Teror Deepfake AI

POLITIKAL.ID – Sosok ikonik Paris Hilton baru saja menggegerkan panggung politik Washington D.C. saat ia memimpin aksi di depan Gedung Capitol Hill. Selebriti yang kini menjadi aktivis perlindungan digital tersebut menuntut langkah nyata dari pemerintah Amerika Serikat. Ia ingin pemerintah memberangus penyebaran konten pornografi hasil rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake AI. Melalui dukungan kuat terhadap Paris Hilton Defiance Act, ia berupaya memastikan perlindungan hukum bagi semua korban.
Transformasi Glamor Paris Hilton Menjadi Pejuang Hak Digital
Meskipun hadir dengan busana serba hitam yang glamor, agenda Paris Hilton kali ini terasa sangat serius. Ia berdiri kokoh di bawah terik matahari demi menyuarakan penderitaan para penyintas kekerasan berbasis gambar. Kehadiran Paris di pusat kekuasaan Amerika Serikat menandai babak baru dalam kariernya. Selain itu, ia kini lebih fokus pada isu kemanusiaan dan keamanan siber global.
Aksi ini tidak ia lakukan sendirian di lapangan. Paris Hilton menjalin aliansi strategis lintas partai dengan menggandeng Alexandria Ocasio-Cortez dan Laurel Lee. Kolaborasi langka ini menunjukkan bahwa ancaman deepfake AI merupakan isu krusial nasional. Oleh karena itu, mereka secara kolektif mendesak legislator untuk segera meratifikasi Defiance Act. Mereka ingin menciptakan ruang digital yang lebih manusiawi bagi seluruh warga negara tanpa kecuali.
Luka Lama yang Menggerakkan Perlawanan Paris Hilton
Dalam pidato yang sangat personal, Paris Hilton membongkar kembali luka masa lalunya yang terkubur lama. Ia mengenang peristiwa pahit pada tahun 2004 saat video pribadinya tersebar luas tanpa izin. Namun, saat itu Paris tidak memiliki satu pun pasal hukum yang bisa melindunginya dari ejekan publik.
Paris menegaskan kepada para anggota parlemen bahwa kejadian tersebut adalah bentuk kekerasan seksual yang nyata. Selain itu, ia mengkritik keras budaya internet awal yang hanya mencari keuntungan dari rasa sakit orang lain. Masyarakat pada masa itu cenderung menyalahkan korban daripada menghukum pelaku penyebar konten. Oleh sebab itu, ia merasa trauma tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi penegakan hukum masa kini.
Evolusi Kekejaman dari Video Analog ke Deepfake AI
Selanjutnya, Paris Hilton menyoroti fakta bahwa kemajuan teknologi justru memperparah metode kekerasan terhadap perempuan. Dahulu pelaku membutuhkan akses fisik untuk mencuri konten intim milik seseorang. Namun, kini kecerdasan buatan mengubah segalanya menjadi lebih mudah dan berbahaya bagi siapa saja.
Seseorang hanya membutuhkan foto wajah korban untuk menciptakan video pornografi palsu yang tampak sangat nyata. Fenomena deepfake AI ini menurut Paris jauh lebih menakutkan karena skalanya yang sangat masif. Jutaan perempuan kini berada dalam bayang-bayang ancaman predator digital yang tidak terlihat. Oleh karena itu, Paris merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah generasi muda mengalami penderitaan yang sama.
Mengenal Lebih Dekat Urgensi Pengesahan Defiance Act
Rancangan Undang-Undang Defiance Act membawa harapan baru bagi para penyintas kekerasan seksual berbasis digital. Aturan ini secara spesifik memberikan hak kepada korban untuk mengajukan gugatan perdata di pengadilan. Sasaran utamanya adalah pihak-pihak yang secara sadar memproduksi atau menyebarkan konten manipulasi digital tanpa izin.
Selama ini, banyak korban merasa tidak berdaya karena polisi kesulitan menjerat pelaku dengan hukum usang. Namun, dengan adanya Defiance Act, para pelaku tidak lagi bisa bersembunyi di balik celah teknologi. Undang-undang ini akan memberikan kekuatan hukum bagi korban untuk menuntut ganti rugi yang sepadan. Selain itu, aturan ini akan memberikan efek jera bagi para pengembang teknologi AI yang tidak bertanggung jawab.
Komitmen Paris Hilton untuk Masa Depan Digital yang Aman
Perjuangan Paris Hilton di Capitol Hill merupakan bagian dari perjalanan panjangnya sebagai seorang pembela hak asasi. Sebelumnya, ia juga telah vokal menyuarakan perbaikan sistem di fasilitas rehabilitasi remaja yang bermasalah. Konsistensi ini membuktikan bahwa Paris telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu mereka yang tidak terdengar suaranya.
Sebagai kesimpulan, ia menegaskan bahwa keamanan di dunia digital adalah hak asasi setiap manusia. Paris mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti menyalahkan korban kekerasan seksual. Selanjutnya, ia meminta regulator untuk bertindak tegas terhadap platform yang membiarkan konten negatif beredar. Melalui Paris Hilton Defiance Act, ia bermimpi membangun dunia digital yang bersih, aman, dan terlindungi bagi masa depan anak-anaknya kelak.
