Beri Arahan di Rakernas, Jokowi Siap Bekerja Keras untuk PSI

POLITIKAL.ID – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hadir menyampaikan pidato dan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1).
Kehadiran Jokowi menjadi sorotan utama, tidak hanya karena statusnya sebagai mantan kepala negara, tetapi juga karena kuatnya spekulasi mengenai perannya di struktur internal partai berlambang gajah tersebut.
Saat memberikan arahan, Jokowi mengaku siap untuk turun ke daerah-daerah untuk sosialisasikan agar memenuhi target pada Pemilu 2029.
Jokowi mengaku masih sanggup untuk turun langsung bertemu dengan masyarakat di seluruh Indonesia agar dapat mensosialisasikan PSI.
“Kalau diperlukan, saya datang. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Masih sanggup datang ke kabupaten/kota. Saya masih sanggup, saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” kata Jokowi saat memberikan arahan Rakernas PSI di Makassar (31/1).
Bahkan Jokowi mengaku akan bekerja habis-habisan bersama dengan seluruh kader untuk membesarkan PSI.
“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ungkapnya.
Jokowi menilai partai yang identik dengan anak muda itu membutuhkan semangat dan kerja keras dalam membangun organisasi.
“Partai ini butuh semangat, karena negara kita memerlukan partai yang baik. Ini kan partai baru, partai anak muda, jadi semangatnya di situ,” ujarnya.
Pesan untuk Pengurus PSI
Jokowi berpesan kepada seluruh jajaran pengurus PSI agar bekerja maksimal dan turun langsung ke masyarakat.
“Seluruh jajaran pengurus PSI harus kerja keras, harus bekerja mati-matian, harus bekerja habis-habisan untuk partai dan nanti lari ke rakyat,” ungkapnya.
Jokowi menerangkan bahwa PSI saat ini memerlukan mesin besar, karena target partai berlambang gajah tersebut adalah target yang besar.
“Target PSI sangat besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Nggak bisa struktur hanya sampai DPD, nggak bisa. Jadi struktur harus sampai desa, RT, RW,” jelasnya.
Kekuatan partai politik, kata Jokowi, terletak pada struktur yang kuat. Sehingga struktur PSI harus benar-benar terbentuk sampai ke akar rumput.
“Karena kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput, menyentuh betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal,” katanya.
Sejauh ini, Jokowi belum secara tegas menyatakan sebagai kader atau bagian dari PSI.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengatakan akan mengumumkan Ketua Dewan Pembina PSI nantinya dengan syarat seluruh infrastruktur partai benar-benar telah terbentuk hingga tingkat paling bawah.
“Alhamdulillah tadi acara pembukaan sudah berlangsung dengan baik. Dan seperti yang dikatakan oleh Mas Kaesang tadi, Mr J yang selama ini masih misterius, entah siapa, itu akan diumumkan oleh Mas Kaesang pada waktunya,” kata Raja Juli Antoni saat pembukaan Rakernas PSI.
Saat ini, kata Raja Juli, PSI masih memfokuskan diri pada penguatan struktur dan kerja-kerja organisasi di akar rumput. Menurutnya, pengumuman sosok Mister J akan dilakukan setelah jaringan partai benar-benar solid hingga tingkat TPS.
“Ketika infrastruktur partai PSI sampai ke TPS-TPS tadi sudah terbentuk, nah nanti baru Mas Ketum, Mas Kaesang, akan mengumumkan siapa itu Mr J,” ungkapnya.
(*)
