Nasional

Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Papua

POLITIKAL.ID – Penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua mendapat perhatian serius dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri memerintahkan jajaran terkait agar segera menangkap pelaku penembakan tersebut.

Perintah itu ia sampaikan setelah identitas terduga pelaku berhasil terindentifikasi oleh petugas di lapangan.

Sigit menegaskan bahwa aparat sudah bergerak cepat untuk mengejar pelaku.

“Tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/2).

Ia memastikan kasus penembakan yang menewaskan Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro akan diusut secara tuntas. Menurutnya, Polri tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap dan diproses hukum.

Lebih lanjut, Sigit menugaskan seluruh anggota Polri di Papua agar berkoordinasi dengan TNI untuk memperkuat pengamanan. Ia menekankan pentingnya sinergi dua institusi agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kita minta supaya peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” tuturnya.

Selain itu, Kapolri juga memerintahkan seluruh anggota Polri di wilayah tersebut hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Untuk memastikan agar masyarakat merasa tenang, dan melakukan penegakan hukum,” pungkasnya.

Penembakan Pilot Smart Air

Sebelumnya Pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu mendapat tembakan saat di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).

Insiden penembakan ini meregang nyawa pilot dan kopilot yang menerbangkan pesawat. Selang beberapa jam, pilot dan kopilot itu masing-masing, Capt. Egon E dan Capt. Baskoro meninggal dunia akibat seranagn ini.

“Pada pukul 13.27 waktu Indonesia Timur, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang adalah pilot dan kopilot,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.

Sebelum meninggal dunia, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut mereka sempat mengirim pesan darurat lewat perangkat GPS.

Ia mengatakan pesan dikirim sesaat usai pesawat berhasil mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Ketika itu, pesawat langsung mendapat tembakan dari arah hutan.

Isir menyebut seluruh penumpang pesawat beserta pilot dan kopilot langsung turun dan berusaha menyelamatkan diri dari timah panas. Sementara itu, Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan pilot dan kopilot yang berusaha menyusul penumpang masih terus mendapat tembakan para pelaku.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut total 13 orang penumpang termasuk 1 balita berhasil selamat dan melarikan diri ke arah hutan di samping area bandara.

“Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat: 13 penumpang termasuk satu balita,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut serangan pesawat itu dari sisi samping bandara sesaat setelah mendarat.

Bersamaan dengan roda pesawat menyentuh landasan, tembakan peluru datang dari arah hutan. Situasi menjadi kacau. Pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri.

“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” kata Cahyo.

Penembakan dari KKB Kelompok Yahukimo

Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo menjadi dalang penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Papua pada Rabu (11/2) kemarin.

“Pelaku KKB yang dari Yahukimo. KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, Kamis (12/2).

Kendati demikian, ia masih belum mengungkap identitas pelaku penembakan. Yusuf mengatakan saat ini tim gabungan masih memburu para pelaku tersebut.

“Masih buru pera pelaku,” ujarnya.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button