NasionalPemerintah

11 Kerja Sama Strategis RI–AS Diteken, Nilainya Tembus Rp 648,9 Triliun

 POLITIKAL.ID – Sebanyak 11 kesepakatan bisnis strategis diteken pengusaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam pertemuan Indonesia–US Business Summit di Washington DC. Nilai total kerja sama itu mencapai US$ 38,4 miliar atau setara Rp 648,9 triliun (kurs Rp 16.900), mencerminkan penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.

Pertemuan yang bertempat di kantor US Chamber of Commerce tersebut turut Presiden Prabowo Subianto hadir bersama jajaran pimpinan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Forum ini mempertemukan pelaku usaha lintas sektor untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan bilateral.

Total Nilai Kerja Sama Tembus Rp 648,9 Triliun

Dalam keterangan resmi Kadin, Kamis (19/2/2026), rangkaian agenda diawali dengan Exclusive Business Roundtable. Forum tersebut membahas penguatan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, termasuk implementasi hasil negosiasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–AS.

Relaksasi kebijakan perdagangan dan investasi menjadi fokus utama, agar pelaku industri di kedua negara memperoleh kepastian usaha dan akses pasar yang lebih luas.

Kerja sama yang diteken mencakup sektor mineral kritis, energi, pertanian, tekstil, furnitur, hingga semikonduktormenunjukkan diversifikasi kemitraan ekonomi yang semakin luas.

Daftar 11 Kerja Sama Bisnis RI–AS

Berikut 11 kesepakatan yang menjadi kesepakatan dalam forum bisnis tersebut:

  1. Critical Mineral antara Kementerian Investasi/BKPM dan Freeport-McMoRan serta PT Freeport Indonesia.
  2. Oilfield Recovery antara Pertamina dan Halliburton.
  3. Tata niaga jagung antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc.
  4. Tata niaga kapas antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council.
  5. Tata niaga kapas antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council.
  6. Produk tekstil (Shredded Worn Clothing) antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers, dan Ravel.
  7. Produk furnitur antara ASMINDO dan Bingaman and Son Lumber, Inc.
  8. Pengembangan semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence.
  9. Pengembangan semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Tynergy Technology Group.
  10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC.
  11. Produk furnitur dan kayu antara HIMKI dan American Hardwood Export Council.

Sinyal Penguatan Investasi dan Hilirisasi

Kesepakatan di sektor mineral kritis dan semikonduktorstrategis karena sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional. Di sisi lain, sektor pertanian, tekstil, dan furnitur membuka peluang peningkatan ekspor bernilai tambah ke pasar Amerika Serikat.

Dengan total nilai hampir Rp 650 triliun, 11 kerja sama ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam forum bisnis bilateral Indonesia–AS. Langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.

(Redaksi)

 

Show More

Related Articles

Back to top button