Advertorial

Pertanian Porang Disebut Menjanjikan, DPRD Kaltim Kepincut Ingin Kembangkan

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – DPRD Kaltim turut berupaya mensukseskan program tanaman pangan.

Jenis tanaman konsumsi satu itu disebut-sebut juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Tanaman porang adalah jenis umbi-umbian yang memiliki manfaat ganda kini sedang dikembangkan kelompok tani bekerja sama dengan pemprov Kaltim melalui dinas pertanian dan tanaman pangan.

Setelah mendengar pemaparan OPD terkait dan kelompok tani porang, anggota DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengatakan tertarik untuk ditindaklanjuti.

“Pembahasan soal rencana penanaman porang sudah dilakukan, saya sudah mendengar langsung, bagaimana rencana ini bisa berjalan berdasarkan masa panen, bibit dan market produk porang ini,” ujarnya, Rabu (10/3/2021).

Selain itu, penataan rencana sudah sampai pada kesiapan luas lahan untuk rencana tanaman porang apakah bisa dimanfaatkan optimal terlebih bagi petani.

Untuk memastikan berjalannya program pengembangan tanaman itu, Tyo sapaanya itu mesti menunggu penjabaran program umum dari dinas terkait agar dapat masuk di RPJMD Kaltim.

“Harapannya petani porang bisa jelas pasarnya dan harganya juga stabil. Sehingga tidak hanya bisa di kirim dari luar, melalui Kaltim juga bisa,” tambahnya.

Dari keterangan petani porang juga, tanaman itu bisa dipanen sampai delapan bulan karena menggunakan teknologi rekayasa pertanian.

Seperri diketahui sebut anggota komisi II itu masa tanam dan panen biasanya sampai 2 tahun.

Selain itu, Tyo telah mendengar pula kalau porang bisa didorong menjadi multi produk. Bahkan di industri militer juga menggunkan bahan campuran dari porang sebagai lem pesawat.

“Konektivitasnya nanti disbun dan dishut yang bisa dikerjasamakan terkait pertanian rakyat itu,” tambah Tyo lagi.

Melalui DPRD Kaltim, harapannya bisa meningkatkan taraf hidup petani. Untuk budidaya secara jangka panjang, memgembangkan porang bisa menjadi alternatif pendapatan daerah selain dari sektor energi batu bara dan sawit.

“Konkrit selanjutnyan nanti akan ada pertemuan membahas rencana kerja dengan dinas pertanian. Sudah disampaikan juga ada alat pertanian dan bibitnya,” terangnya.

Sebelumnya dalam proses mendorong penanaman porang. Pertemuan DPRD bersama Dinas dan kelompok tani terkait mengeluhkan minimnya permodalan, bibit, harga jual dan pentingnya pemerintah menginterensi harga.

“Kalau dari perencanaan dan pelaksanaannya bagus, maka kita bisa undang investor masuk. Pasti mereka percaya karena ketika program itu berjalan dengan sukses dan sudah kelihatan hasilnya,” bebernya. (001)

Show More

Related Articles

Back to top button