Nasional

Aksi KKB di Boven Digoel Picu Pengungsian Massal Usai Penembakan Pilot Smart Air

POLITIKAL.ID – Situasi keamanan di Distrik Yaniruma memburuk secara drastis setelah rentetan aksi KKB di Boven Digoel menewaskan dua awak pesawat sipil. Kelompok kriminal bersenjata pimpinan Elkius Kobak melepaskan tembakan mematikan saat pesawat Smart Air mendarat di lapangan terbang tersebut. Insiden berdarah ini mengakibatkan 39 warga sipil meninggalkan pemukiman mereka karena rasa trauma yang mendalam terhadap ancaman kekerasan bersenjata.

Para saksi mata melaporkan bahwa serangan berlangsung sangat cepat dan menyasar langsung ke area kokpit pesawat. Ketegangan meningkat saat kelompok bersenjata tersebut mengepung area sekitar bandara tak lama setelah kejadian. Masyarakat yang ketakutan segera mengemasi barang-barang seadanya dan bergerak menuju wilayah Senggo untuk mencari perlindungan dari kejaran kelompok pimpinan Elkius Kobak.

Dampak Psikologis Aksi KKB di Boven Digoel bagi Warga Sipil

Ketakutan warga terhadap aksi KKB di Boven Digoel ini memicu gelombang pengungsian yang cukup signifikan di wilayah Papua Selatan. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa tekanan mental menjadi alasan utama warga melarikan diri. Sebanyak 39 orang tercatat meninggalkan kampung mereka karena tidak ada jaminan keselamatan selama kelompok bersenjata masih berkeliaran di sekitar bandara.

Warga yang mengungsi terdiri dari berbagai kalangan, termasuk orang tua dan anak-anak yang bermukim di dekat landasan pacu. Mereka lebih memilih menempuh perjalanan jauh menuju area aman daripada harus berhadapan dengan keganasan kelompok separatis. Kombes Yusuf menegaskan bahwa aparat kepolisian terus memantau pergerakan para pengungsi agar mereka tidak mengalami kekurangan logistik selama berada di tempat perlindungan sementara.

Pihak keamanan menganggap fenomena pengungsian ini sebagai indikator nyata betapa kejamnya intimidasi yang KKB lakukan terhadap masyarakat lokal. Selain warga asli, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di distrik tersebut juga merasakan kecemasan yang serupa. Mereka berharap pemerintah segera memulihkan kondisi keamanan agar pelayanan publik di wilayah pedalaman tidak terhenti total akibat ulah kelompok Elkius Kobak.

Strategi Sterilisasi Area Pasca Aksi KKB di Boven Digoel

Menanggapi eskalasi kekerasan tersebut, Satgas Ops Damai Cartenz segera merancang operasi pembersihan area secara menyeluruh. Aparat gabungan melakukan sterilisasi untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa anggota kelompok bersenjata yang bersembunyi di pemukiman. Langkah tegas ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga mereka bersedia kembali ke rumah masing-masing dalam waktu dekat.

Sebanyak 20 personel terlatih dari Ops Damai Cartenz memimpin pergerakan di lapangan dengan dukungan penuh dari unit militer. Kehadiran personel bersenjata lengkap di Bandara Korowai Batu menjadi bukti komitmen negara dalam melawan setiap bentuk terorisme domestik. Petugas menyisir setiap sudut bangunan dan area hutan yang berbatasan langsung dengan fasilitas penerbangan guna mengeliminasi ancaman lanjutan dari pihak penyerang.

Koordinasi antara kepolisian dan unsur TNI AU menjadi kunci dalam keberhasilan pengamanan objek vital nasional ini. Aparat menyadari bahwa keberlanjutan operasional bandara perintis sangat bergantung pada stabilitas keamanan di darat. Tanpa pengamanan yang ketat, maskapai penerbangan sipil kemungkinan besar akan menghentikan layanan mereka ke wilayah Boven Digoel, yang pada akhirnya akan merugikan kepentingan masyarakat luas.

Keterlibatan Batalion Kanibal dalam Aksi KKB di Boven Digoel

Hasil investigasi awal mengungkap fakta mengejutkan mengenai dalang di balik serangan mematikan terhadap pilot Smart Air. Aparat keamanan menduga kuat bahwa anggota Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah memimpin aksi KKB di Boven Digoel kali ini. Kedua kelompok ini berafiliasi langsung dengan struktur komando Elkius Kobak yang selama ini menebar teror di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

Kombes Yusuf Sutejo memaparkan bahwa kelompok ini sengaja menyasar kru penerbangan untuk memutus jalur logistik dan komunikasi ke daerah terpencil. Polisi saat ini terus mengejar para pelaku yang melarikan diri ke arah pegunungan setelah melakukan penembakan. Petugas lapangan mengumpulkan berbagai proyektil peluru sebagai barang bukti untuk mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan oleh para anggota kelompok kriminal tersebut.

Identifikasi terhadap pola serangan menunjukkan bahwa kelompok Elkius Kobak semakin agresif dalam menargetkan warga sipil dan fasilitas publik. Hal ini mendorong aparat untuk meningkatkan status kewaspadaan di seluruh distrik rawan di Papua Selatan. Pemerintah pusat pun memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus ini agar aktor intelektual di balik serangan ini segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Evakuasi Jenazah dan Pemulihan Jalur Penerbangan

Setelah memastikan area bandara cukup kondusif, tim gabungan memprioritaskan evakuasi jenazah kedua pilot yang menjadi korban. Jenazah Egon Erwan dan Baskoro diterbangkan menuju RSUD Mimika menggunakan pengawalan ketat pada pagi hari. Keberhasilan proses evakuasi ini menandai dimulainya fase pemulihan keamanan di Bandara Korowai Batu pasca gangguan bersenjata yang mencekam.

Pihak maskapai Smart Air menyatakan duka mendalam atas hilangnya dua putra terbaik mereka dalam tugas kemanusiaan. Sementara itu, tim kedokteran di RSUD Mimika sedang melakukan prosedur autopsi guna melengkapi berkas penyidikan pihak kepolisian. Negara menjanjikan perlindungan lebih kuat bagi maskapai yang tetap berkomitmen melayani rute-rute sulit di wilayah pegunungan Papua.

Aparat keamanan berencana mendirikan pos pantau permanen di sekitar Bandara Korowai untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Penguatan pengamanan ini melibatkan personel TNI AD yang memiliki keahlian dalam pertempuran hutan. Dengan adanya penjagaan yang konsisten, pemerintah berharap warga yang mengungsi segera kembali dan aktivitas ekonomi di Distrik Yaniruma dapat berdenyut normal seperti sedia kala tanpa bayang-bayang ketakutan.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button