Nasional
Trending

Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Utara, Gubernur Tetapkan Status Darurat 14 Hari

POLITIKAL.ID –  Sumatera Utara dilanda bencana banjir dan longsor besar pada akhir November 2025 akibat hujan deras berhari-hari.

Lebih dari 10 kabupaten/kota terdampak, dengan kerusakan parah pada pemukiman, infrastruktur, serta jatuhnya korban jiwa.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menetapkan Sumut status darurat bencana selama 14 hari.

Keputusan tersebut dituangkan dalam SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/836/KPTS/2025 tanggal 27 November 2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Provinsi Sumut selama 14 hari mulai 27 November 2025 hingga 10 Desember 2025.

Bobby mengatakan kebijakan ini dibutuhkan untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur hingga jatuhnya korban jiwa.

“Untuk penanganan yang dilakukan, berfokus pada pelayanan, pencarian, pertolongan dan evakuasi korban serta membuka akses jalan yang terputus akibat bencana,” kata Bobby, Jumat (28/11).

Menurut Bobby, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan BNPB Republik Indonesia untuk bantuan dana siap pakai kepada kabupaten/kota terdampak.

“Pemprov Sumut telah menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak bencana. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna kebutuhan bantuan dan dukungan penanganan bencana,” paparnya.

Korban Jiwa Jadi 62 Orang

Polda Sumatera Utara (Sumut) merilis data terbaru jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor. Korban meninggal dunia kini bertambah menjadi 62 orang di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi Polda Sumut ada ratusan orang yang menjadi korban bencana alam banjir dan longsor. Para korban ada yang meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan korban hilang.

“Sebanyak 222 orang menjadi korban dalam bencana ini, 62 orang di antaranya meninggal dunia, luka berat 13 orang, luka ringan 82 orang dan yang masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian sebanyak 65 Orang,” ungkapnya.

Adapun wilayah terdampak terparah meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), serta wilayah Kota Medan.

Sejauh ini sudah ribuan orang yang mengungsi di sejumlah titik bencana alam tersebut.

“Sebanyak 9.845 orang yang terdampak masih mengungsi di lokasi yang telah disediakan,” ucapnya.

Pertamina Salurkan Bantuan

Tim Pertamina Peduli gerak cepat hadir di lokasi membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Sibolga, pada Kamis (27/11/2025). Bantuan ini diberikan sebagai respon cepat, dalam penanggulangan bencana serta memberikan pelayanan sepenuh hati bagi masyarakat. Bantuan juga merupakan bagian dari langkah Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) Pertamina, yang telah aktif sejak 13 November 2025, untuk membantu melayani masyarakat.

Pertamina menyerahkan bantuan berupa 120 Box Air Mineral, 600 Box Mie Instan, 500 kg beras kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Posko Tanggap Darurat Pemprov Sumatera Utara. Selanjutnya, bantuan ini akan dibawa oleh Gubernur Sumatera Utara melalui jalur udara menuju lokasi terdampak.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, “Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi. Bantuan ini merupakan langkah awal untuk dapat meringankan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat,” jelasnya.

“Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BPBD, serta pemangku kepentingan terkait untuk memetakan kebutuhan prioritas di lapangan. Dukungan lanjutan akan segera disiapkan dan disalurkan sesuai perkembangan kondisi lapangan”. Ujar Muhammad Baron.

Salah satu perwakilan dari BPBD, Fahruddin mengatakan, “Terima kasih atas respon cepat dan bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk menghadapi kondisi saat ini,” ujarnya.

(*)

Show More

Related Articles

Back to top button