Berita Terkini

Dana Penaggulangan Covid 19 Fokus Tangani Kesehatan dan Ekonomi

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Penanggulangan dana Covid – 19 atau virus corona untuk kota Samarinda disiapkan.

Sebesar Rp 40 miliar untuk penanganan Covid-19 digelontorkan pemkot Samarinda melalu Bantuan Tidak Terduga (BTT).

Penggunaannya untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Disampaikan langsung Zuheryansyah, Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda.

“BTT itukan untuk kebutuhan tanggap darurat, artinya untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Nah memang arahnya nanti, titik beratnya ada dipenanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi,” sebutnya Kamis (18/2/2021).

Update realisasi anggaran untuk pemanganan Covid-19 tersebut sebelumnya, proses penghimpunan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemangku dana Covid-19 di Samarinda.

Disperkim dan BPBD Kota samarinda sudah melakukan menyampaikan RKB, namun pada waktu itu masih menunggu RKB dari Dinkes Samarinda.

“Iya, sudah (dipanggil untuk RKB), artinya perlu perincian lagi, cuman ranahnya ke inspektorat yang mereviewnya,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, tidaklanjutnya hingga sekarang sudah sampai penghimpunan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemangku dana Covid-19 di Samarinda.

“Nah kemarin (8/2) memang acaranya dilaksanakan di inspektorat. Jadi kemarin mulai dari usulan RKB nya Disperkim, terkait pemakaman,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Selasa (9/2/2021).

Ditambahkannya, sementara untuk hari ini juga kembali dilaksanakan inspektorat untuk menghimpun usulan RKB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Samarinda.

Lalu dilanjutkan untuk besoknya, Rabu (10/2) direncanakam mau mendapatkan RKB dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

“Nah cuma, karena mungkin masih berhalangan nanti menunggu Plt Kadinkes Ismed Kusasih, untuk balik, baru kita adakan presentasi dari mereka,” sambungnya.

Ia menegaskan, mestinya yang murni nanti penanganan untuk tanggap darurat. Karena pembiayaannya melalui Biaya Tidak Terduga (BTT), maka otomatis nanti penggunaanya memang diluar dari rencana.

Dan didalam RKB itu, memang juga ada item – item yang memang bisa direncanakan pada sebelumnya.

“Itu nanti diminta tim satgas untuk dipilah pilah dulu. Jadi mana – mana kegiatan fisik sudah terukur, dan mana yang sikapnya tanggap darurat,” pungkasnya. (001)

Show More

Related Articles

Back to top button