Berita Terkini

Ibadah Hari Raya Qurban Tetap Bejalan, Pasien Terpapar Covid 19 Mulai Melandai

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Wali kota Samarinda Andi Harun menyatakan, shalat hari raya Iduladha 1442 Hijriah/2021 tetap dapat dilaksanakan.

Namun, dengan catatan tetap mematuhi standar protokol kesehatan (prokes).

Hal itu dikatakan Andi Harun usai rapat evaluasi penanggulangan Covid-19 pemkot Samarinda pada Senin 12 Juli 2021 di Balai Kota.

Ia menyebut akan menindaklanjuti dengan membuat peraturan khusus terkait pelaksanaan Iduladha di kota Tepian.

Diketahui, pemkot Samarinda sendiri tengah menerapkan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 20 Juli 2021 mendatang.

“Artinya tetap dilaksanakan. Mungkin akan saya keluarkan lagi surat edaran wali kota untuk pelaksanaannya. Termasuk prosesi pemotongan hewan qurban,” ujar Andi Harun, Senin (12/7/2021) di Balai Kota.

Berdasarkan sidang isbat penentuan awal Zulhijah yang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada, Sabtu 10 Juli 2021 lalu. Hari raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi ditetapkan jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang. Sedangkan, awal Zulhijah jatuh pada Minggu 11 Juli 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih mengatakan, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Samarinda perlahan mulai melandai.

Meski, puncak pandemi gelombang keempat di Samarinda disebutnya terjadi sekitar pekan lalu. Dan tak menutup kemungkinan akan kembali naik, sebab puncak lonjakan belum dapat dipastikan secara tegas.

“Tapi nyatanya dua hari ini sudah mulai turun. Mudah mudahan ke depan angka terkonfirmasi Covid-19 terus berkurang,” ujar Ismid Kusasih.

Ia membeberkan, bahwa dalam sepekan sebelumnya pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) yang dilakukan pihaknya mendapati 11 ribu spesimen dalam test PCR. Menurutnya, hanya dengan memperkuat 3T, data kasus terkonfirmasi Covid-19 akan mudah ditelaah.

“Tapi sebenarnya, dengan kita memperkuat 3T kita cepat melakukan pencegahan. Sehingga, tren kenaikan cepat biasanya disusul penurunan,” paparnya.

Ismid menegaskan, bahwa tidak mengesampingkan protokol kesehatan merupakan langkah yang perlu dilakukan terus-menerus guna mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di kota Tepian. Sehingga, segala kegiatan termasuk peribadatan dapat berjalan sebagaimana mestinya.  (*)

Show More

Related Articles

Back to top button