Berita Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Minta TKA Diatur dan BLK Kembali Diaktifkan untuk Tenaga Lokal

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi Kalimantan Timur (Kaltim).

Salah satu dampaknya adalah, pengangguran semakin meningkat dan lapangan pekerjaan yang sedikit tidak mencukupi kuota jumlah pelamar yang kian meninggi sejak Covid-19 melanda.

Di Kaltim, angka pengangguran tertinggi ditempati Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Ketiganya merupakan kota-kota besar.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengungkapkan, sektor pertambangan adalah yang paling terkena dampaknya. Sebab, banyak pekerja yang kemudian dirumahkan hingga memicu angka pengangguran bertambah.

“Kebetulan saya sedang menganalisa masalah pengangguran secara personal, datanya lagi saya kumpulkan juga,” ujar Tyo, Rabu (5/5/2021).

Penyelesaian atau solusi ini dikatakan Tyo dapat diatasi dengan kembali mengaktifkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di kabupaten atau kota di Kaltim. Selain itu, untuk tenaga kerja asing (TKA) disebutnya dapat diatur untuk dibatasi dan tidak masuk dahulu.

Politisi Golkar itu berpendapat, pertukaran tenaga kerja juga masih memungkinkan untuk bisa diberlakukan kembali.

“Seperti dulu ada yang ke negara Jepang. Saya tidak tahu kalau bicara Covid-19 hari ini. Mungkin ada kebijakan-kebijakan diplomatik yang bisa ditempuh. Namun dari situ bisa meningkatkan skill set dan mindset bagi tenaga kerja kita,” pungkasnya. (*)

Show More

Related Articles

Back to top button