Berita Terkini

Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau Bantah Langgar Aturan, Jebolnya Tanggul Akibat Air Sungai Meluap

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Minggu kemaren lusa terjadi peristiwa jebolnya tanggul sungai kelai di konsesi PT RUB.

Akibatnya, luapan air membanjiri rumah warga dan menutup akses jalan darat.

Supervisor Health, Safety and Environ PT RUB, Eko Agus, mengatakan banjir merupakan kejadian tahunan. Namun dalam dua tahun terakhir, ketinggian air memang sulit diprediksi.

“Bayangkan saja, ini masuk musim panas, namun di hulu sana malah musim hujan. Akhirnya air semakin naik, dan masuk ke tanggul PT RUB,” ujarnya dikutip dari Beraupost, Selasa (18/5/2021).

Eko melanjutkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan sejak Rabu (12/5) lalu, sejak Kampung Tumbit Dayak terendam banjir. Kemudian PT RUB sudah membuat tanggul, membangun jalan tanggul. Namun banjir sudah melewati levelnya.

“Karena arus juga sudah deras. Tanggulnya juga sudah kami tebali. Kami sudah antisipasi kepada karyawan, jangan ada yang kerja,” paparnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah mendapatkan laporan dari pengawas bawah tanggul tersebut jebol akibat kuatnya arus sungai dan tingginya banjir.

“Alarm sudah bunyi, jika ada getaran dan longsor dia berbunyi, dan alat sudah aman semua,” tuturnya.

Dijelaskannya, bahwa untuk area baperzone PT RUB lebih dari 200 meter dari bibir sungai. Sementara limit dari jalan sudah lebih dari 30 meter. Hal tersebut menurutnya sudah memenuhi standar dalam melakukan penambangan.

“Itu pit aktif dengan kedalaman mencapai 50 meter,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PLN, karena terdapat 30 tiang jaringan PLN yang terendam, dan delapan lainnya roboh. “Kami utamakan masyarakat terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pelanggan, PLN Berau, Dedy mengatakan, untuk perbaikan masalah tiang listrik yang roboh akibat banjir, belum bisa dipastikan berapa lama. Mengingat air dengan arus deras masih terjadi.

“Kedalaman air tidak bisa kami prediksi, arus juga deras, kalau dikatakan seminggu bisa lebih bisa kurang,” ungkapnya.

“Kami usahakan secepatnya, kalau kerugian belum bisa kami pastikan, aliran listrik daerah Bena Baru juga masih padam,” sambungnya.(*)

Show More

Related Articles

Back to top button