Berita TerkiniNasional

Tak Bisa WFH karena Perangkat Masih Desktop, Marzuki Alie: Lucu Tapi Fakta

POLITIKAL.ID – Ketua DPR-RI periode 2009-2014 Marzuki Alie berkelakar soal imbauan pemerintah agar bekerja dilakukan dari rumah (Work From Home/WFH) dalam akun Twitter-nya pada Rabu (6/5).

Menurut politisi senior Partai Demokrat itu, imbauan WFH tidak bisa berjalan sebab fasilitas bekerja sejumlah kantor pelayanan publik di daerah belum mendukung bekerja dari rumah.

“Imbauan kepada kepala daerah yang melaksanakan WFH, agar pelayanan publik tidak berhenti. Fakta sebenarnya, enggak bisa WFH, karena perangkat komputer masih desktop, jadi tidak bisa dibawa ke rumah, lucu tapi itulah fakta,” ujar Marzuki seperti dikutip dari @marzukialie_MA.

Akibatnya, para pejabat daerah pun tak bisa menjalankan kebijakan bekerja dari rumah.

“Jangan harap ekonomi bisa jalan, kalau nunggu masuk kantor,” ujar dia menandaskan.

Pada pertengahan Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar, dan beribadah di rumah karena masifnya penyebaran penyakit saluran pernapasan yang disebabkan Virus Corona jenis baru (COVID-19).

Untuk mengatur kebijakan WFH itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo telah menerbitkan sejumlah surat edaran, yang meminta instansi pemerintah melakukan penyesuaian sistem kerja bagi aparatur sipil negara agar dapat bekerja dari rumah secara penuh.

Sejak awal Maret lalu hingga Rabu (6/5) pukul 12.00 WIB, pemerintah mencatat sebanyak 240.726 orang di Indonesia berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto menjelaskan bahwa sebagian besar dari pasien tersebut telah selesai menjalani proses pemantauan.

“ODP akumulasi sejak awal Maret, 240.726 dan sebagian besar lebih dari 200 ribu (orang) sudah selesai pemantauan dan kondisinya baik,” kata Yuri saat konferensi pers di Graha BNPB.

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, maka jumlah tersebut meningkat sebanyak 1.500 orang.

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), pemerintah mencatatkan setidaknya terdapat 26.932 pasien dalam status tersebut.

Jumlah itu meningkat 524 pasien jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. (*)

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Marzuki Alie: Enggak Bisa WFH Karena Komputer Masih Desktop

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button