Berita Terkini

Tanggapan Akademisi Unmul Terkait Turunnya Indek Inovasi Pemprov Kaltim

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Baru baru ini Kemendagri merilis lima provinsi yang memiliki catatan buruk terkait turunnya indek inovasi pemda tahun 2020.

Mendengar informasi tersebut, Akademi Unmul, Samarinda, Herdiansyah Hamzah turut menanggapi. Pasalnya Kaltim masuk dalam lima besar daerah yang diumumkan.

Menurutnya provinsi dengan skor indeks inovasi terendah yang disandang oleh Kaltim ini, seperti “menampar” pemerintah provinsi untuk segera bangun dari tidur dan berbenah.

“Tidak perlu malu untuk mengakui kalau memang pemerintah sangat tertinggal dalam hal inovasi terobosan kebijakan,” ujar Castro sapaannya, Jum’at (18/6/2021).

Menurutnya, lemahnya inovasi ini bertautan dengan buruknya sistem pelaporan, dan minimnya riset dan kajian untuk menopang terobosan kebijakan pemerintah.

Jadi skor indeks inovasi terendah ini harus dipandang sebagai bentuk oto kritik atau evaluasi bagi Pemerintah, untuk beres-beres kebijakan ke depannya.

Dalam hal riset dan kajian misalnya, harus benar-benar diarahkan untuk mendorong terobosan kebijakan yang menjawab kebutuhan publik.

“Bukan riset yang sekedar base on project. Begitupun dengan tata kelola data, harus ada terobosan sistem data yang fleksibel, transparan, real time, dan mudah diakses publik,” imbuhnya.

Dosen Fakultas Hukum itu juga menambahkan, budaya inovasi juga mensyaratkan role model secara top down, dimana pejabat daerah beserta seluruh jajaran pimpinan, harus jadi contoh bagi bawahannya.

Jangan kencang di bawah, namun di atas justru berjalan lamban.

“Ini yang mesti dibenahi ke depannya, sebab indeks inovasi itu bukan sekedar angka-angka, namun komitmen keseriusan untuk mendorong tata kelola pemerintahan (good governance) yang mampu melayani publik dengan baik,” ungkapnya. (*)

Show More

Related Articles

Back to top button