Berita Terkini

Wali Kota Berencana Manfaatkan Lubang Eks Tambang Sebagai Penampungan Air Hujan Sementara

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut salah satu upaya penanganan banjir di Samarinda dengan memanfaatkan lubang bekas tambang.

Void yang dikelola menjadi penampungan air sementara itu berguna mengurangi beban hilir ketika hujan deras datang.

“Kalau kita mau banjir ini tertangani, maka yang harus diselesaikan mulai hulunya,” ujar Andi Harun (AH) Rabu (10/3/2021).

Sungai karang mumus (SKM) yang belum mengalir lancar serta bendungan Benanga yang kehilangan fungsinya sebesar 70 persen disebutnya perlu ada alternatif lain dalam penanganan banjir di Samarinda.

AH sapaan karibnya itu menyatakan bahwa void dapat menjadi salah satu alternatif penanganan banjir. Ia menyebut, beberapa void dapat menjadi kolam retensi atau Retarding Basin agar mengurangi debit air dari hulu ke hilir.

“Sekarang lagi disusun feasibility studi nya,” imbuhnya.

Selain operasional tambang milik swasta yang telah diberikan ijin untuk mengeruk emas hitam di Samarinda. Pemanfaatan void dengan menggaet pihak pemilik, dikatakan AH juga untuk mengurangi biaya APBD Pemkot Samarinda dalam penanganan banjir.

“Kalau pakai APBD gak ketahanan bos. Iya mereka sudah berusaha di Samarinda, kita beri ijin, iya bantu lah masyarakat. Kita jadikan void tambangnya,” bebernya.

AH mengaku dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak pemilik void untuk membicarakan hal tersebut. Targetnya, void dengan kapasitas 7,1 juta meter kubik per hari bisa dikelola untuk mengurangi beban hilir.

Sementara itu, void mana yang akan dijadikan kolam retensi, AH menyebut masih dalam tahap penilaian pihak teknis.

“Kita akan berunding dan kita akan minta pada swasta. Mungkin awal bulan depan saya akan bertemu dengan para pemilik swasta untuk kita kelola dong voidnya,” pungkasnya. (001)

Show More

Related Articles

Back to top button