Berita Terkini

Wali Kota Samarinda Andi Harun Buka Jembatan Achmad Amin Secara Langsung, Warga Antusias Melintas

POLITIKAL.ID, SAMARINDA – Jembatan mahkota II Samarinda telah buka langsung wali kota, Andi Harun, Kamis (10/6/2021).

Secara resmi jembatan yang menghubungkan Sambutan dan Palaran itu diubah menjadi jembatan Ahmad Amins.

Jembatan ini sebelumnya ditutup sementara pada Senin 26 April 2021 lalu, pasca terjadinya longsor di sekitar proyek IPA Kahol atau pondasi.
Selain itu juga disebut ada keretakan pada Pylon 7 jembatan.

Andi Harun menjelaskan, alasan mengapa diberikan nama Ahmad Amins karena sosok tersebut adalah mantan wali kota Samarinda sekaligus pencetus berdirinya jembatan penghubung dua kecamatan ini.

“Jadi pak Achmad Amins adalah mantan wali kota Samarinda yang mencetuskan ide untuk mewujudkan jembatan sekarang ini,” ujar Andi Harun kepada awak media di lokasi.

Andi Harun menegaskan, jembatan itu perlu perjuangan yang panjang hingga memakan waktu lebih dari 10 tahun yang dimulai sekira tahun 2003. “Sehingga sangat beralasan untuk kita dedikasikan nama pak Achmad Amins sebagai nama jembatan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengamanan, Andi Harun telah meminta kepada Dinas Perhubungan Samarinda bersama Polresta kota Samarinda untuk melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap kendaraan yang diperbolehkan dan kendaraan yang tidak diperbolehkan. Termasuk, jenis truk dan kendaraan umum.

“Yang diperbolehkan hanya roda dua dan roda empat pribadi saja. Namun, pengecualian untuk mobil Ambulans, roda 3 untuk sampah, dan Pemadam Kebakaran,” ungkapnya.

Untuk keamanan kondisi Jembatan, Andi Harun menyatakan dari hasil pengukuran teknis baik pilar kabel atas maupun bawah, serta pengukuran retak, disimpulkan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR Jenderal Bina Marga, bahwa kondisi Jembatan masih dalam keadaan aman.

“Pun demikian terjadinya pembatasan karena kita masih melakukan monitoring deformasi secara berkala,” imbuh Andi Harun lagi.

Pada Rabu 9 Juni 2021 Andi Harun telah menandatangani surat untuk membuka Jembatan secara terbatas. Untuk pembukaan total, baru dapat dilakukan setelah instansi terkait melakukan pekerjaan di sekitar daerah pylon 7.

“Selesai dikerjakan barulah kita buka untuk semua jenis kendaraan,” terangnya.

Sementara itu, untuk pembuatan pengamanan termasuk perawatan tahap pertama Jembatan, disebut Andi Harun diperkirakan akan memakan biaya sekira Rp 50 miliar.

“Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan PUPR Provinsi Kaltim kemudian Kementrian PUPR agar kita bersinergi untuk mengalokasikan anggaran perawatan Jembatan,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Back to top button