Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi Bedah Dinamika Kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

POLITIKAL.ID – Profesor Hermawan Sulistyo resmi meluncurkan karya literatur terbaru yang mengupas tuntas sisi strategis kepemimpinan kepolisian di Indonesia. Buku berjudul ‘Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan’ tersebut menjadi sorotan utama dalam sebuah forum akademik yang bergengsi. Sebab, buku ini membedah secara mendalam dinamika kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengawal proses reformasi internal Korps Bhayangkara. Selain itu, acara bedah buku ini terlaksana di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).
Meluruskan Persepsi Publik Mengenai Kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Prof Hermawan menulis buku ini dengan tujuan yang sangat spesifik dan krusial bagi citra kepolisian. Oleh karena itu, ia berupaya meluruskan berbagai mispersepsi publik yang sering menyudutkan institusi Polri. Terutama, banyak pihak yang meragukan integritas serta kemandirian kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menghadapi tekanan politik. Selama ini, sebagian kelompok masyarakat mencurigai adanya tindakan pembangkangan atau insubordinasi terhadap instruksi Presiden.
“Masyarakat sering kali terjebak dalam opini yang keliru bahwa semua langkah ini merupakan hasil orkestrasi politik tertentu. Bahkan, muncul tudingan bahwa Kapolri sengaja mengabaikan arahan Presiden. Namun, saya menegaskan bahwa anggapan tersebut sepenuhnya salah,” ujar Prof Hermawan di depan para peserta diskusi.
Selanjutnya, ia memberikan penjelasan teknis mengenai proses pembentukan Tim Reformasi Polri. Hermawan mengungkapkan bahwa tim tersebut sudah mulai bekerja jauh sebelum pemerintah pusat mengeluarkan keputusan formal. Oleh sebab itu, Polri tetap konsisten memposisikan diri sebagai bagian integral dari pemerintahan yang sah. Singkatnya, arah kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap tegak lurus pada aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Keputusan Strategis dalam Menangani Krisis Institusi
Dalam bab-bab utama buku tersebut, Hermawan mengulas rincian keputusan taktis yang Jenderal Sigit ambil saat masa krisis. Namun, pengambilan kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukanlah tanpa hambatan yang berat. Beliau sering kali menghadapi situasi yang sangat menekan, terutama saat menangani kasus-kasus besar yang mencederai kepercayaan publik terhadap Polri.
Meskipun demikian, penulis melihat bahwa langkah-langkah Sigit merupakan upaya penyelamatan institusi yang sangat terukur. Ia memandang setiap keputusan sebagai langkah proporsional demi menjaga stabilitas keamanan nasional. Selain itu, Hermawan juga memberikan catatan khusus mengenai gaya komunikasi sang Jenderal dalam berbagai forum kenegaraan.
“Seorang Kapolri terkadang harus menunjukkan sikap yang sangat tegas. Sayangnya, publik sering kali menyalahartikan ketegasan tersebut sebagai bentuk pembangkangan terhadap pimpinan negara. Padahal, pembangkangan hanya terjadi jika Presiden memerintahkan poin A, tetapi Kapolri justru menjalankan poin B. Faktanya, hal itu tidak pernah terjadi,” tambah Hermawan dengan nada meyakinkan.
Transformasi Polri Menuju Polisi Sipil yang Demokratis
Mantan Kalemdiklat Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, memberikan apresiasi tinggi terhadap isi buku tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencerminkan semangat transformasi polisi sipil. Dalam hal ini, polisi harus mampu beradaptasi dengan sistem demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Komjen Chryshnanda berpendapat bahwa setiap anggota Polri wajib memahami esensi supremasi hukum dalam setiap tindakan lapangan. Oleh karena itu, polisi yang demokratis harus bekerja dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang sangat tinggi. Menurut pandangannya, reformasi Polri merupakan sebuah proses berkelanjutan yang tidak boleh berhenti pada level wacana saja.
“Jika kita sepakat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, maka Polri harus menyediakan ruang dialog yang terbuka. Oleh sebab itu, masyarakat dan polisi perlu membangun diskusi yang sehat demi kemajuan bersama,” jelas Chryshnanda. Dengan demikian, buku ini menjadi referensi penting bagi para perwira muda untuk memahami filosofi pelayanan publik yang modern.
Menjaga Momentum Reformasi Melalui Dialog Akademik
Pada akhirnya, kegiatan bedah buku ini berhasil memicu semangat baru dalam lingkungan akademik kepolisian. Melalui kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, institusi ini terus berupaya memperbaiki sistem tata kelola internal secara menyeluruh. Oleh karena itu, catatan biografi kebijakan ini menjadi dokumen sejarah yang berharga bagi generasi kepolisian di masa depan.
Para peserta diskusi juga menyepakati bahwa pemahaman konteks sosial sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah kebijakan publik. Sebab, transparansi yang Kapolri bangun melalui keterbukaan informasi terbukti mampu meredam gejolak di tengah masyarakat. Selain itu, kehadiran para pakar dalam bedah buku ini memberikan perspektif yang lebih obyektif terhadap kinerja Polri selama ini.
Kesimpulannya, peluncuran buku Prof Hermawan Sulistyo ini memperkuat bukti bahwa Polri sedang menempuh jalur reformasi yang tepat. Acara yang penuh dengan pertukaran ide tersebut ditutup dengan optimisme tinggi mengenai masa depan penegakan hukum di Indonesia. Akhirnya, seluruh elemen masyarakat berharap agar kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus membawa dampak positif bagi ketertiban dan keamanan nasional.
