Camat Long Mesangat Angkat Motif Buaya Badas di Lomba Busana Wastra TP PKK Kutim 2025

POLITIKAL.ID – Dalam ajang Lomba Busana Wastra yang diselenggarakan TP PKK Kutai Timur (Kutim) pada Rabu (26/11/2025), Camat Long Mesangat, Rapichin tampil memukau bersama sang istri, Yunani di atas panggung.
Keduanya berjalan layaknya model profesional mengenakan busana bermotif Buaya Badas, salah satu ikon fauna khas wilayah Mesangat.
Pemilihan motif ini bukan tanpa alasan.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Rapichin menyampaikan bahwa Buaya Badas merupakan satwa bernilai penting yang masih mendiami kawasan perairan Mesangat.
Buaya Badas Sebagai Identitas Alam Long Mesangat
Menurut Rapichin, Buaya Badas merupakan hewan purbakala yang telah lama hidup di wilayah pesisir dan perairan Mesangat.
Keberadaan satwa ini menjadi bagian dari identitas ekologis Kecamatan Long Mesangat, sehingga layak diangkat menjadi motif busana.
“Buaya Badas merupakan habitat yang hidup di kawasan Mesangat yang ingin kita jaga dan lestarikan, karena menjadi salah satu aset penting daerah. Makanya kita angkat dalam motif batik ini,” ujarnya.
Langkah ini menjadi simbol bahwa potensi alam daerah bukan hanya sekadar objek untuk dilihat, tetapi juga dapat diolah menjadi karya kreatif penuh nilai budaya.
Batik Sebagai Media Kampanye Lingkungan
Penggunaan motif Buaya Badas dalam busana bukan sekadar keindahan visual.
Pemerintah Kecamatan Long Mesangat ingin menjadikan batik sebagai media kampanye lingkungan, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian satwa khas daerah.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem di Kutim, khususnya habitat Buaya Badas yang hingga kini menjadi kekayaan hayati bernilai tinggi.
Rapichin menambahkan, pengenalan motif lokal di ajang besar seperti Lomba Busana Wastra dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperluas popularitas fauna khas Mesangat.
“Dengan mengangkat Buaya Badas, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keberadaan satwa lokal,” tegasnya.
Menumbuhkan Kebanggaan pada Warisan Daerah
Melalui lomba ini, Pemerintah Kecamatan Long Mesangat berharap generasi muda semakin bangga terhadap kekayaan alam dan budaya lokal.
Penguatan identitas daerah dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan lingkungan.
Motif Buaya Badas menjadi contoh nyata bagaimana warisan alam bisa dikemas menjadi karya kreatif bernilai seni tinggi.
Lebih dari itu, pesan pelestarian yang dibawa diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk turut mengangkat kekayaan hayati lokal ke panggung publik. (Adv)

