Kamis, 19 September 2024

Dikabarkan Duet dengan Andi Harun di Pilkada Samarinda 2024, Nidya Listiyono: Golkar Harap Bisa Bekerja Sama

Jumat, 17 Mei 2024 9:53

POTRET - Kolase Wali Kota Samarinda Andi Harun (kiri) dan Nidya Listiyono (Kanan)./ Foto: Istimewa

POLITIKAL.ID - Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) yang akan digelar serentak 27 November 2024, memunculkan nama-nama baru dii Pilkada Samarinda 2024

Dengan tingginya elektabilitas Andi Harun dalam bursa Pilwali Samarinda 2024, membuat beberapa politikus ingin mendampinginya di kontestasi pilkada nanti. 

Terbaru, usai kader NasDem, giliran politisi Golkar, Nidya Listiyono masuk bursa cawawali Andi Harun di Pilkada Samarinda 2024.

Wali Kota Samarinda sudah mendeklarasikan akan maju kembali di Pilkada Samarinda 2024 nanti. 

Bahkan Andi Harun - Syaparudin sudah resmi mendaftar lewat jalur independen di KPU belum lama ini. 

Namun secara tegas, Andi Harun menyatakan masih membuka kans untuk maju di Pilkada Samarinda 2024 lewat jalur partai.

Artinya hal tersebut membuka peluang tokoh-tokoh politik membatalkan pencalonan Andi Harun di Pilkada Samarinda 2024. Penjajakan politik lintas parpol menjadi jalan untuk berpasangan dengan Andi Harun di Pilkada Samarinda 2024.

Nama–nama bursa Calon Wakil Wali (Cawawali) Kota Samarinda menghangatkan suasana jelang Pilkada Samarinda 2024.

Rusmadi Wongso yang juga Wakil Wali Kota Samarinda periode 2019 -2024  diusung PDIP menjadi Bakal Calon Wali Kota Samarinda untuk Kontestasi Pilkada Samarinda 2024 November mendatang yang menandakan mereka tidak lagi berpasangan. 

Setelah sebelumnya Saefuddin Zuhri, kini nama politikus Golkar Nidya Listiyono juga ingin merangkul petahana.

Kemarin terakhir ketemu di acara KPU, Insya Allah beberapa hari ke depan kalau sama–sama ada waktu, ngopi bareng lah," kata Nidya, Kamis (16/5/2024).

"Hari ini kalau bicara petahana, kalau kita bisa bersama–sama, bagus. Saya kalau bersama bang AH (Andi Harun) kolega juga di DPRD, beliau senior saya, banyak ngobrol juga," imbuhnya.

Nidya juga menambahkan bahwa jika bicara koalisi, tentu Golkar berharap Andi Harun bersama Gerindra-nya bisa bekerja sama seperti pada Pilpres Februari 2024 lalu yang mana sama–sama memenangkan paslon Prabowo–Gibran.

"Kalau bicara bisa bareng nggak, kalau beliau mau, kenapa tidak, kira–kira begitu. Persiapan pasti kita komunikasi dengan teman–teman partai (internal). Kita berpasangan dengan siapa bagaimana masih komunikasi politik kita bangun," tegasnya.

Plt. Ketua DPD Golkar Samarinda yang juga Bendahara Golkar Kaltim ini menegaskan bahwa pada intinya, dalam berpolitik pada Pilkada kali ini akan mencoba merangkul semua lini termasuk parpol.

Meski Nidya sendiri mendengar bahwa Andi Harun juga mencoba peluang maju di Pilwali 2024 menggunalan jalur perseorangan atau independen.

"Wakilnya untuk maju ke independen (perseorangan) Pak Syaparudin, tapi tidak menutup kemungkinan beliau maju jalur partai, beliau kan Ketua Partai. Masih kabar burung, masih omon–omon, nanti saya akan coba bertemu beliau," pungkasnya.

Sinyal NasDem 

Sebelumnya, nama bursa Cawawali yang mendekati petahan Andi Harun terdapat juga nama politisi Partai NasDem Kaltim yang juga kolega di DPRD Kaltim, yakni Saefuddin Zuhri.

Ia menegaskan maju dan mendaftar ke beberapa partai termasuk di internal untuk maju sebagai bakal Cawawali Kota Samarinda.

"Ya saya berniat untuk maju di Pilkada Samarinda. Kalau saya khusus (mendaftar) untuk Wakil Wali Kota," tegasnya, Senin (13/5/2024) lalu.

Bidikan Saefuddin Zuhri terkait siapa pendampingnya belum mau ia ungkapkan.

Namun yang pasti, komunikasi politik dengan figur melalui partai politik (parpol) tengah berjalan.

Informasi yang didapat Tribunkaltim.co, ia berkomunikasi dengan petahana yakni Andi Harun juga diakuinya.

Tetapi, ia juga membuka komunikasi dengan figur dari partai lainnya.

"Semua juga harus dibidik figur (pendampingnya), semua dengan teman–teman (politisi) ya menjalin komunikasi. Ya namanya komunikasi (politik), mau petahana (Andi Harun) dan yang lainnya berjalan. Kalau kita kan orang partai, jadi komunikasi membawa nama partai," jelas ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (Si Jaka) tersebut.

Menurut Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul), Budiman Chosiah figur bakal Cawawali Kota Samarinda untuk Pilkada 2024 menarik untuk dicermati.

Terlebih melihat hasil survei terakhir incumbent atau petahana Andi Harun.

Politisi yang karib disapa AH ini mencatatkan angka kepuasan masyarakat terhadap program–programnya hampir mencapai 90 persen.

Tentu membuat partai lain berhitung untuk menggaet Ketua DPD Gerindra Kaltim ini menjadi pasangan calon di Pilkada Kota Samarinda jika melalui jalur parpol

Maka tak salah menurut Budiman, jika figur–figur yang ada terkini, memang sedang mempersiapkan diri untuk mendampingi Andi Harun sebagai Calon Wakil Wali Kota Samarinda.

Terlebih memang figur "orang jawa" dari segi etnisitasnya bisa sangat berpengaruh Pilkada Samarinda ke depan.

Dari hasil survei LSI Denny JA bulan April 2024 lalu, dari segi etnisitas, pemilih Andi Harun tergambar:

-Jawa; 85,9 persen

-Banjar; 82,7 persen

-Bugis; 91,5 persen

-Kutai; 84,4 persen

-Lainnya; 94,4 persen

Figur Anggota DPRD Kaltim dari Golkar Nidya Listiyono yang pernah menjadi kolega Andi Harun di legislatif juga mumpuni.

Ia mengaku telah sempat bertemu membicarakan terkait rencana kerjasama politik ini.

"Apalagi melihat survei terakhir beliau (Andi Harun), tingkat kepuasan masyarakat kepada programnya, jadi wajar saja nama–nama tersebut tujuan akhirnya 02. Dengan angka di survei ibarat kata dipasangkan sandal jepit akan menang, seperti Pak SBY waktu menuju periode kedua," ujar Budiman, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut dikatakan Budiman, memang sangat tampak kecerdasan Andi Harun, ketika misalnya peluang tidak diusung partai menipis, maka langkah maju melalui jalur perseorangan juga sangat dimungkinkan jadi opsi melangkah ke periode kedua.

"Langkah cerdas Andi Harun mengambil langkah antisipatif dengan mempertimbangkan jalur independen," terangnya.

Namun demikian, statement AH untuk memprioritaskan partai, masih ada peluang untuk nantinya diusung.

Tetapi memang calon wakil-nya sangat menentukan untuk diajak berduet pada periode keduanya, atau politik yang dinamis ini juga bisa mempertahankan petahana dengan wakilnya saat ini.

Namun demikian, statement AH untuk memprioritaskan partai, masih ada peluang untuk nantinya diusung.

Tetapi memang calon wakil-nya sangat menentukan untuk diajak berduet pada periode keduanya, atau politik yang dinamis ini juga bisa mempertahankan petahana dengan wakilnya saat ini.

Namun publik sangat menunggu apa langkah AH ke depan, terlebih hasil survei tinggi juga bisa menjadi patokan parpol berhitung ulang untuk mendukung pertahana di Pilwali 2024.

Untuk memenangkan kontestasi juga sangat menentukan wakil.

Beberapa indikatornya bisa etnisitas, agama, dan sisi geopolitik, wilayahnya, ketika Andi Harun menguasai Kecamatan Kota Samarinda.

"Misalnya, bisa wakilnya menguasai dapil lain, jadi Pilkada Samarinda ini sangat menarik dicermati," pungkas Budiman. 

(Redaksi) 

 

Tag berita: