Dorong SDM Unggul, Pemkab Kutim Siapkan Rp25 Miliar untuk Beasiswa Tinggi Jenjang Magister

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menaruh perhatian khusus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.
Tak tanggung-tanggung, tahun ini Pemkab Kutim menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk mendukung program Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus, yang memberikan kesempatan bagi generasi muda melanjutkan pendidikan hingga jenjang Magister (S2).
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar memiliki akses yang setara untuk menempuh pendidikan tinggi.
Program beasiswa ini diharapkan dapat mencetak SDM berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Tahun ini kita sudah anggarkan Rp25 miliar,” kata Mahyunadi, Rabu (12/11/2025).
Menurut Mahyunadi, dunia kerja ke depan diprediksi akan semakin kompetitif.
Oleh karena itu, pendidikan tinggi menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda Kutim memiliki daya saing yang kuat.
“Sekarang anak-anak yang lulus S1 masih bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi lima tahun lagi, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan kesulitan. Maka bagi orang tua yang masih punya kemampuan finansial, teruskan pendidikan anak-anaknya ke S2,” ujarnya.
Program Beasiswa Kutim disalurkan melalui sistem penilaian atau scoring yang mempertimbangkan prestasi akademik serta kualitas lembaga pendidikan calon penerima.
Dengan mekanisme ini, pemerintah berharap beasiswa benar-benar diberikan kepada calon mahasiswa yang berprestasi dan berpotensi menjadi SDM unggul bagi Kutim.
“Jadi, tingkatkan kualitas pendidikan dan nilai akademik agar bisa memenuhi kriteria penilaian, sehingga peluang mendapatkan beasiswa dari pemerintah semakin besar,” ucap Mahyunadi.
Program beasiswa ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kutim untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Dengan biaya pendidikan yang semakin tinggi, program ini diyakini dapat meringankan beban keluarga dan mendorong masyarakat agar tidak berhenti pada jenjang pendidikan Sarjana.
Beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulus menargetkan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik menonjol dan potensi kepemimpinan.
Pemkab Kutim berharap, penerima beasiswa nantinya tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Mahyunadi menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memonitor kebutuhan pendidikan tinggi bagi warganya.
Selain memberikan beasiswa, Pemkab Kutim juga mendorong kerja sama dengan universitas-universitas ternama di dalam maupun luar negeri untuk membuka peluang studi lanjut bagi putra-putri Kutim.
Mahyunadi menekankan bahwa daya saing tenaga kerja Kutim akan sangat bergantung pada tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki generasi muda.
“Pendidikan adalah kunci agar anak-anak kita mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional maupun internasional,” ujarnya.
Selain memberikan beasiswa, Pemkab Kutim berencana melengkapi program ini dengan bimbingan akademik dan pelatihan keterampilan, sehingga penerima beasiswa siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun riset ilmiah.
Pemerintah juga menekankan pentingnya integritas, etika, dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa penerima beasiswa.
Dengan alokasi dana Rp25 miliar untuk program beasiswa tahun ini, Pemkab Kutim menegaskan bahwa investasi pada pendidikan adalah investasi masa depan.
Mahyunadi berharap, melalui program ini, Kutim mampu menghasilkan SDM unggul yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan tinggi bukan sekadar gelar, tapi modal untuk membangun masa depan Kutai Timur yang lebih baik. Kami ingin setiap anak Kutim memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik,” pungkasnya. (adv)

