Advertorial

Ekonomi Kutim Tumbuh di Atas 10 Persen, Jadi yang Tertinggi di Kaltim

POLITIKAL.ID – Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur (Kutim) jadi perhatian publik di Tahun 2025 ini.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di Kutim melesat tinggi hingga menembus angka lebih dari 10 persen.

Capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus menunjukkan kuatnya geliat pembangunan yang tengah berlangsung di daerah ini.

Data tersebut dipaparkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, dan segera mendapat perhatian dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Meski merasa bangga atas capaian tersebut, Ardiansyah menegaskan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi data statistik semata.

“Tentu menggembirakan (angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi), tetapi saya belum yakin sepenuhnya apakah manfaatnya sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat kita,” ujarnya.

Menurut Bupati, pemerintah daerah tetap fokus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.

Pemanfaatan potensi sumber daya lokal, mulai dari sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga ekonomi kreatif, menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Ardiansyah menegaskan bahwa Pemkab Kutim akan terus menciptakan iklim yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi daerah.

Dukungan terhadap pelaku usaha, investor lokal, dan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan akan semakin diperkuat.

“Siapa pun yang ingin menggerakan roda ekonomi akan kita dukung,” tegasnya.

Pertumbuhan pesat Kutim juga berada dalam konteks positif ekonomi regional Kaltim.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan III tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan.

PDRB atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 218,19 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 berada pada angka Rp 149,27 triliun.

Secara keseluruhan, perekonomian Kaltim pada periode tersebut tumbuh 4,26 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Sektor-sektor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan Kaltim antara lain, industri Pengolahan yang tumbuh 13,96 persen, administrasi Pemerintahan yang tumbuh 12,97 persen dan penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang naik 12,32 persen.

Meski demikian, sejumlah sektor masih mengalami tekanan.

Sektor Pertambangan dan Penggalian, sebagai penopang utama ekonomi Kaltim, mengalami kontraksi sebesar 0,22 persen.

Sektor Konstruksi turun 1,40 persen, sementara Jasa Keuangan dan Asuransi mengalami penurunan cukup dalam, yakni 6,13 persen.

Melihat dinamika tersebut, Kutim menjadi salah satu daerah yang mampu memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi secara optimal.

Pertumbuhan ekonomi di atas dua digit menjadi bukti semakin tumbuhnya kegiatan produktif masyarakat sekaligus meningkatnya keyakinan investor terhadap stabilitas dan masa depan daerah.

Pemkab Kutim menyatakan akan terus melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Dengan dukungan seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Kutim menatap masa depan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. (adv)

Show More

Related Articles

Back to top button