Advertorial

Gratispol Hadir Memperluas Akses Pendidikan, UINSI Samarinda Jadi Penerima Manfaat Terbesar

POLITIKAL.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat melalui Program Gratispol, sebuah kebijakan pembiayaan yang kini menjadi tumpuan mahasiswa di berbagai daerah.

Di tengah meningkatnya biaya kuliah dan ketimpangan akses pendidikan antarwilayah, Gratispol berhasil menunjukkan dampak nyata dalam mendorong pemerataan kesempatan belajar.

Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menjadi salah satu kampus yang merasakan manfaat besar dari program ini.

Hingga akhir November 2025, pihak kampus mencatat bahwa 1.175 mahasiswa sudah menerima bantuan biaya pendidikan, sementara 136 mahasiswa lainnya sedang menunggu proses verifikasi.

Angka tersebut menandai meningkatnya kebutuhan dukungan finansial bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Rektor UINSI, Prof Zurqoni menegaskan bahwa Gratispol tidak sekadar memberikan keringanan biaya kuliah, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Ia menyatakan bahwa kampus terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah maupun yang berasal dari daerah tertinggal.

Ia menilai langkah ini mampu mempercepat terciptanya SDM unggul yang dibutuhkan pada era digital.

Dalam agenda Kuliah Umum Terkait Gratispol bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Prof Zurqoni menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan inklusif dan berkeadilan.

Ia menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan inti dari daya saing daerah dan bangsa.

Dari sisi pemerintah, Gratispol bukan hanya mencakup pembiayaan mahasiswa lokal, tetapi juga menyasar perluasan jangkauan hingga ke mahasiswa luar Kaltim dan luar negeri.

Pemerintah menilai UINSI sebagai kampus strategis dalam implementasi Gratispol berkat rekam jejak prestasi mahasiswanya di tingkat nasional dan internasional.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Dasmiah menyatakan bahwa kekayaan prestasi mahasiswa UINSI—termasuk pencapaian di ajang MTQ internasional—mendorong pemerintah memberikan skema afirmasi penuh bagi mahasiswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan lebih tinggi.

“UINSI adalah gudang prestasi, termasuk juara MTQ internasional. Pemprov menyiapkan skema afirmasi penuh bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi sesuai kampus pilihannya,” jelasnya.

Pemprov Kaltim memastikan bahwa dukungan ini akan terus diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan di era kompetisi global.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menjelaskan bahwa aturan penuh program Gratispol akan berlaku mulai semester I tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa penerima harus memenuhi persyaratan administrasi yang meliputi kepemilikan KTP Kaltim, masa domisili minimal tiga tahun, serta terdaftar resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Pemprov juga menargetkan perluasan program pada 2025 dan 2026 dengan menyasar ratusan mahasiswa luar Kaltim dan puluhan mahasiswa luar negeri.

“Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong lahirnya Generasi Emas 2030 sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045, ucapnya.

Melalui Gratispol, Pemprov Kaltim ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa—tanpa terkecuali—mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi yang layak.

Meski demikian, pemerintah dan kampus tetap mencatat bahwa tantangan verifikasi dan ketepatan sasaran masih membutuhkan penyempurnaan.

Bersamaan dengan perluasan akses, proses validasi data harus berjalan lebih akurat dan cepat agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata.

Gratispol kini muncul sebagai instrumen strategis yang memperkuat kualitas SDM Kaltim.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti UINSI Samarinda, program ini dipercaya mampu membuka jalan menuju pendidikan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berdampak luas bagi masa depan daerah serta bangsa. (Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button