Jumat, 17 Mei 2024

IHK Awal Tahun 2021 di Samarinda Lebih Tinggi Dibanding Akhir Tahun Lalu, Peningkatan Harga Pakaian Sumbang Inflasi Setelah Tembakau

Rabu, 3 Februari 2021 8:15

IST

POLITIKAL.ID, SAMARINDA - Awal tahun 2021, Kaltim mengalami inflasi dalam ambang batas wajar.

Kepala Kpw BI Provinsi Kaltim Tutuk SH Cahyono menerangkan, indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Januari 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,14. Lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,25. Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat sebesar 0,60 atau inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,14.

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Januari 2021 utamanya bersumber dari peningkatan harga kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,69 serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37 persen.

Sejumlah komoditas pangan mengalami peningkatan harga, seiring pasokan yang terganggu akibat fenomena badai La Nina yang diperkirakan masih akan terjadi pada triwulan I 2021.

"Berdasarkan komoditasnya, cabai rawit mengalami inflasi sebesar 28,74 persen,
" sebut Tutuk, Senin (1/2/2021).

Tutuk melanjutkan, komoditas lain juga mengalami inflasi. Seperti ikan layang sebesar 4,31 persen, kangkung sebesar 10,03 persen, dan bayam sebesar 12,87 persen.

Peningkatan harga tersebut disebabkan mulai meningkatnya konsumsi masyarakat ditengah pasokan yang terbatas akibat faktor cuaca di beberapa wilayah sentra produksi pasokan pangan.

"Perbaikan konsumsi masyarakat juga tercermin dalam survei konsumen Bank Indonesia Kaltim yang mencatat indeks keyakinan konsumen Januari 2021. Di mana telah mendekati level optimis sebesar 99,08 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat 92,92," tambah Tutuk.

Lanjut Tutuk lagi, inflasi pakaian dan alas kaki bersumber dari kenaikan beberapa komoditas seperti baju kaos berkerah wanita dan baju kaos berkerah pria dengan masing-masing mengalami inflasi sebesar 1 1,50 persen dan 7,04. Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi bulanan bawang merah sebesar 1 1,03 persen, angkutan udara sebesar 6,01 persen, serta daging ayam ras sebesar 2,18.

"Koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim terus dilakukan. TPID di wilayah Kaltim melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi. Di antaranya adalah persiapan pelaksanaan pasar tani yang akan diadakan secara rutin di Samarinda," terang Tutuk dalam rilis tersebut.

Tutuk Cahyono memandang, keberhasilan uji coba pelaksanaan pasar tani sebagai contoh jual beli gaya baru di era baru yang telah diselenggarakan pada Desember 2020, direncanakan akan kembali dihelat secara berkala pada 2021.

Diharapkan, penyelenggaraan pasar tani tersebut dapat menyediakan komoditas pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

"Serta memberikan edukasi belanja pemenuhan kebutuhan konsumsi melalui pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di era kebiasaan baru kepada masyarakat Kaltim," tandasnya. (001)

Tag berita:
Berita terkait