Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, Era Rudy–Seno Targetkan Konektivitas Menyeluruh di Kaltim Rampung pada 2029

POLITIKAL.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama di era kepemimpinan Gubernur H Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur H Seno Aji. Melalui peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah, duet Rudy–Seno menargetkan pemerataan pembangunan hingga menjangkau pedalaman dan perbatasan.
Fokus ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara inklusif, merata, dan berkeadilan. Infrastruktur jalan dipandang sebagai fondasi utama dalam menggerakkan ekonomi daerah, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Infrastruktur Jalan, Pilar Misi Kaltim Menuju Generasi Emas
Pembangunan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dari misi ketiga visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur guna menunjang perekonomian, pelayanan publik, dan sektor kesehatan.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.597/2023, total panjang jalan provinsi di Kalimantan Timur mencapai 938,85 kilometer. Hingga 2024, kondisi jalan mantap baru mencapai 771,84 km atau 82,21 persen, sementara 167,01 km atau 17,79 persen masih dalam kondisi tidak mantap.
Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji menargetkan seluruh ruas jalan provinsi berada dalam kondisi mantap pada tahun 2029.
Target Jalan Mantap 100 Persen pada 2029
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemprov Kaltim telah menetapkan indikator sasaran pembangunan jalan secara bertahap.
Pada 2025, jalan mantap target mencapai 804,59 km atau 85,70 persen. Target ini meningkat menjadi 843,46 km (89,84 persen) pada 2026, kemudian 878,95 km (93,62 persen) pada 2027. Selanjutnya pada 2028, jalan mantap target 916,04 km (97,57 persen), hingga akhirnya 100 persen atau 938,85 km tuntas pada 2029.
“Sulit mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan jika kondisi jalan masih banyak yang rusak. Infrastruktur jalan harus menjadi fokus bersama,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud saat kunjungan kerja ke daerah.
Lima Proyek Strategis Infrastruktur Jalan Kaltim 2025–2029
Sebagai bagian dari percepatan konektivitas, Pemprov Kaltim menetapkan lima proyek strategis pembangunan infrastruktur jalan periode 2025–2029, yakni:
- Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang (Kutai Barat–Mahakam Ulu).
- Pembangunan Jalan Long Bagun Seberang–Long Boh (Kaltim–Kaltara).
- Pembangunan Jalan Akses Jembatan Sei Nibung–Simpang 46 (Kutai Timur).
- Pembangunan Waterfront dan Riverside Road (Selili–Jembatan Mahkota 2 Samarinda).
- Pembangunan Jalan Sumbu IKN Sotek–Bongan (Penajam Paser Utara–Kutai Barat).
Kelima proyek ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka keterisolasian daerah pedalaman dan perbatasan.
Perbaikan dan Pelebaran Jalan Kaltim di Berbagai Wilayah
Selain membangun jalan baru, Pemprov Kaltim juga melakukan pelebaran dan rekonstruksi jalan di sejumlah titik strategis. Di antaranya pelebaran Jalan Simpang 4 Sambera–Muara Badak, Jalan Janju–Simpang 3 Jone–Pondong Baru, Jalan Simpang Samboja–batas Balikpapan, serta Jalan Samarinda–Anggana.
Rekonstruksi jalan juga dilakukan pada ruas Talisayan–Tanjung Redeb, batas Kutai Timur–Talisayan, Simpang 3 Sebulu–Muara Kaman, hingga Jalan Muara Badak–batas Bontang.
Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga membangun dan memperbaiki sejumlah jembatan strategis, termasuk ruas Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai, Jembatan Manggar Besar Balikpapan, serta pembangunan fender Jembatan Sambaliung 1 dan Jembatan Dondang.
Anggaran Infrastruktur Jalan Kaltim 2025 Tembus Rp2 Triliun
Khusus tahun 2025, Pemprov Kaltim melalui Bidang Bina Marga Dinas PUPR mengalokasikan anggaran fisik pembangunan jalan, turap, dan jembatan sebesar Rp2,08 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan akses Sei Nibung 1 dan 2, lanjutan pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang, pembangunan Jalan Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai, serta pembangunan turap, talud, dan bronjong di sejumlah ruas rawan longsor.
Konektivitas Dorong Ekonomi dan Keadilan Pembangunan
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan, konektivitas jalan yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan disparitas harga kebutuhan pokok, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh terpusat di perkotaan semata, melainkan harus menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Timur tanpa terkecuali.
“Peningkatan aksebilitas dan konektivitas akan sangat berperan penting untuk mendukung ketahanan pangan, ekonomi, energi dan memperlancar arus lalu lintas yang akan berdampak positif bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.
(Redaksi)





