Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Iran Klaim Tangkap Warga Asing Terafiliasi Mossad di Tengah Aksi Protes Nasional

POLITIKAL.ID – Otoritas Iran kembali melontarkan klaim terkait aktivitas intelijen Israel di dalam negeri. Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menangkap seorang warga negara asing yang menjadi dugaan terlibat jaringan spionase Mossad, badan intelijen Israel, di tengah gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran.

Pernyataan tersebut IRGC sampaikan pada Sabtu (waktu setempat). Otoritas menegaskan penangkapan itu menjadi bukti keberadaan operasi intelijen asing yang, menurut mereka, berupaya memanfaatkan situasi politik dan keamanan Iran yang tengah bergejolak.

IRGC menyebut tersangka masuk ke wilayah Iran dengan tujuan menjalankan aktivitas intelijen secara rahasia. Aparat mengklaim menangkap individu tersebut saat sedang mengumpulkan informasi sensitif terkait kondisi keamanan nasional.

“Petugas menemukan bukti kuat aktivitas spionase setelah memeriksa barang pribadi serta lokasi persembunyian tersangka,” tulis IRGC dalam pernyataan resminya.

Namun demikian, pihak berwenang Iran belum mengungkap identitas, kewarganegaraan, maupun waktu pasti penangkapan. Pemerintah juga belum menjelaskan mekanisme hukum yang akan tersangka jalani.

Klaim Mossad Masih Aktif di Iran

IRGC menegaskan bahwa penangkapan ini memperkuat klaim mereka soal keberlanjutan operasi Mossad di Iran.

Otoritas menyebut dalam beberapa tahun terakhir telah menangkap sejumlah individu yang menjadi dugaan sebagai agen Israel, dengan vonis yang hukuman bervariasi hingga hukuman mati.

Pemerintah Iran secara konsisten menuduh Israel berada di balik berbagai upaya sabotase, pembunuhan ilmuwan nuklir, dan operasi intelijen yang menyasar kepentingan strategis negara tersebut. Israel sendiri selama ini jarang memberikan tanggapan terbuka terhadap tuduhan resmi dari Teheran.

Hingga berita ini turun, belum ada konfirmasi independen dari pihak luar maupun pernyataan resmi dari pemerintah Israel terkait klaim penangkapan tersebut.

Penangkapan di Tengah Gelombang Demonstrasi

Klaim IRGC muncul saat Iran masih menghadapi demonstrasi anti-pemerintah di berbagai kota sejak akhir Desember lalu. Pemerintah menuding campur tangan asing sebagai salah satu faktor pemicu meluasnya aksi protes, meski tuduhan tersebut menjadi bantahan oleh kelompok oposisi dan aktivis hak asasi manusia di luar negeri.

Aparat keamanan Iran terus meningkatkan pengawasan dan operasi penegakan hukum dengan alasan menjaga stabilitas nasional. Otoritas menilai situasi domestik saat ini rawan pihak asing manfaatkan untuk memperkeruh kondisi keamanan.

Sejumlah pengamat internasional menilai tuduhan spionase kerap mencuat dalam situasi krisis politik di Iran. Namun, keterbatasan akses informasi dan pembatasan media membuat klaim tersebut sulit diverifikasi secara independen.

Kerusuhan dan Tuduhan Kekerasan

Selain mengumumkan penangkapan warga asing tersebut, IRGC dan militer Iran juga menyampaikan pernyataan keras terkait aksi kerusuhan yang disebut terjadi bersamaan dengan demonstrasi.

Otoritas menuduh sejumlah kelompok melakukan kekerasan, termasuk perusakan fasilitas publik dan swasta. Pemerintah mengklaim kerusakan terjadi pada gedung pemerintahan, toko-toko, kantor polisi, hingga tempat ibadah di beberapa kota.

Menurut pernyataan resmi, bentrokan antara aparat keamanan dan massa menyebabkan korban dari kalangan warga sipil maupun personel keamanan. Namun, pemerintah belum merinci jumlah korban jiwa dan luka secara pasti.

Di sisi lain, kelompok aktivis dan organisasi hak asasi manusia melaporkan angka korban yang berbeda. Data tersebut belum dapat diverifikasi secara independen akibat pembatasan akses media dan pemadaman internet di sejumlah wilayah Iran.

Tuduhan Keterlibatan Kelompok Pro-Monarki

Pemerintah Iran juga menuding sebagian aksi kekerasan dilakukan oleh kelompok yang disebut mendukung sistem monarki. Otoritas mengklaim kelompok tersebut memblokir jalan, menyerang kantor administrasi, serta melukai aparat keamanan.

Meski demikian, klaim tersebut kembali menuai sorotan internasional karena minimnya bukti yang dapat diverifikasi secara terbuka. Situasi keamanan Iran pun masih menjadi perhatian dunia seiring berlanjutnya demonstrasi dan meningkatnya ketegangan politik di dalam negeri.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button