Internasional

Isu Greenland Picu Ketegangan Arktik, Blok Nordik Solid Hadapi Tekanan AS

POLITIKAL.ID – Dinamika geopolitik di kawasan Arktik memasuki babak baru setelah Finlandia dan Swedia secara terbuka menyatakan sikap politik bersama untuk membela Denmark dalam polemik Greenland. Kedua negara menilai tekanan Amerika Serikat terkait wacana pembelian Greenland telah berubah menjadi isu regional yang menyangkut kedaulatan dan stabilitas kawasan Nordik.

Sikap tersebut disampaikan pemerintah Finlandia dan Swedia menyusul kembali mencuatnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menilai Greenland sebagai aset strategis penting bagi kepentingan nasional AS. Pernyataan itu memicu respons keras dari negara-negara Nordik yang memandang langkah Washington sebagai bentuk tekanan politik terhadap Denmark.

Finlandia dan Swedia menegaskan bahwa solidaritas Nordik bukan sekadar simbol diplomatik, melainkan komitmen nyata untuk menjaga kedaulatan wilayah dan tatanan internasional berbasis hukum.

Finlandia Dorong Pendekatan Regional dalam Isu Arktik

Pemerintah Finlandia menilai isu Greenland tidak bisa dipandang sebagai urusan bilateral antara Denmark dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Finlandia menegaskan bahwa Arktik merupakan kawasan strategis yang menuntut pendekatan kolektif dan bertanggung jawab.

Menurut Finlandia, setiap upaya mengubah status wilayah di kawasan tersebut harus melalui mekanisme hukum internasional dan persetujuan pihak terkait, termasuk rakyat Greenland sendiri. Pendekatan sepihak, kata dia, justru berpotensi memperbesar ketegangan global.

Finlandia juga menekankan bahwa stabilitas Arktik memiliki dampak langsung terhadap keamanan Eropa Utara. Oleh karena itu, Helsinki menyatakan siap berdiri bersama Denmark jika tekanan politik terus berlanjut.

Pemerintah Finlandia melihat isu Greenland sebagai ujian nyata solidaritas Nordik di tengah meningkatnya rivalitas global di wilayah kutub.

Swedia Tegaskan Nordik Tak Terpecah oleh Tekanan Eksternal

Swedia mengambil sikap serupa dengan menegaskan bahwa persatuan Nordik menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Menteri Luar Negeri Swedia menyatakan bahwa tekanan terhadap Denmark akan memicu reaksi politik bersama dari negara-negara Nordik.

Swedia mengingatkan Amerika Serikat bahwa kerja sama keamanan dan pertahanan di Eropa Utara selama ini dibangun atas dasar kepercayaan dan kesetaraan. Stockholm menilai pendekatan transaksional dalam isu kedaulatan wilayah berpotensi merusak hubungan jangka panjang antarnegara sekutu.

Selain itu, Swedia menyoroti posisi strategis Greenland dalam konteks keamanan Arktik. Menurut pemerintah Swedia, perubahan status wilayah tanpa konsensus internasional akan menciptakan preseden berbahaya yang dapat memicu konflik baru.

Swedia juga menegaskan bahwa solidaritas Nordik kini semakin kuat, terutama setelah meningkatnya tantangan keamanan regional dalam beberapa tahun terakhir.

Denmark Teguh Pertahankan Posisi Kedaulatan Greenland

Pemerintah Denmark tetap pada pendiriannya bahwa Greenland bukan untuk dijual. Perdana Menteri Denmark menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dengan status otonomi yang dilindungi hukum internasional.

Denmark menilai wacana pembelian Greenland mengabaikan prinsip hak menentukan nasib sendiri yang dimiliki rakyat Greenland. Pemerintah Denmark juga menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut hanya dapat ditentukan melalui mekanisme demokratis yang sah.

Isu Greenland kembali menghangat setelah Donald Trump, yang kembali terpilih sebagai Presiden AS, disebut-sebut menyiapkan strategi baru untuk memperkuat posisi Amerika Serikat di Arktik. Greenland dipandang memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi militer maupun potensi sumber daya alam.

Namun, Denmark menegaskan tidak akan mengubah sikapnya meski menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi. Dukungan terbuka dari Finlandia dan Swedia memperkuat posisi Copenhagen di tengah meningkatnya sorotan internasional.

Arktik Jadi Panggung Baru Konsolidasi Politik Nordik

Pengamat menilai sikap tegas Finlandia dan Swedia mencerminkan perubahan pola diplomasi Nordik. Negara-negara Eropa Utara kini semakin berani mengambil posisi mandiri dalam menghadapi kekuatan besar, termasuk sekutu tradisional mereka.

Isu Greenland menjadi katalis bagi konsolidasi politik kawasan Nordik. Para analis menilai negara-negara tersebut ingin memastikan bahwa Arktik tidak menjadi arena persaingan sepihak yang mengabaikan hukum internasional.

Selain kepentingan keamanan, isu lingkungan dan keberlanjutan juga menjadi pertimbangan utama negara-negara Nordik. Mereka menilai eksploitasi kawasan Arktik tanpa tata kelola yang jelas akan membawa risiko jangka panjang.

Dengan solidaritas yang semakin menguat, blok Nordik mengirimkan pesan jelas kepada dunia internasional bahwa kawasan mereka tidak dapat diperlakukan sebagai objek kepentingan geopolitik semata.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button