Rabu, 22 Mei 2024

Kementerian Kelautan dan Perikanan Buka Ases Pasar Alternatif untuk Komoditas Udang di Indonesia

Senin, 22 Januari 2024 15:41

ILUSTRASI UDANG.

POLITIKAL.ID - Pada Senin (22/1/2024) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang membuka akses pasar alternatif untuk komoditas udang Indonesia di sejumlah negara, baik di kawasan Asia, Afrika maupun Eropa.

"Termasuk juga Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika Selatan, tentu penguatan akses pasar udang global dalam rangka membuka pasar non tradisional yang potensial ini penting," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta. 

Trenggono juga melihat China sebagai salah satu pasar alternatif untuk komoditas udang Indonesia.

Hal tersebut mengacu pada tingginya pertumbuhan pasar udang China yang meningkat sangat signifikan selama 5 tahun terakhir (2018-2022) yaitu 49 persen per tahun dan mencapai 6,3 miliar dolar AS pada tahun 2022, sementara share Indonesia masih sangat kecil, yaitu baru 1,8 persen pada tahun tersebut.

Terkait dengan upaya membuka akses pasar alternatif tersebut, Trenggono juga mendorong konsolidasi dan partisipasi aktif para petambak, pemasok, pengolah, asosiasi udang, APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Indonesia), PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) dan Horeka (hotel, restoran, dan kafe) untuk meningkatkan serapan pasar domestik.

"Tentu sinergi dengan pelaku usaha sangat penting, dan kami sangat senang dengan optimisme pelaku usaha udang terhadap komoditas ini. Jangan lupa juga inovasi produk udang ready to cook (siap masak) dan ready to eat (siap makan) untuk menjawab kebutuhan dan tren pasar", ujarnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo mengaku tengah melakukan analisis pasar udang baik global maupun domestik yang hasilnya nanti akan didistribusikan secara berkala kepada para pelaku usaha.

Halaman 
Tag berita: