Kolaborasi Petani dan Pemerintah Antarkan Singa Geweh Raih Juara 1 Ketahanan Pangan

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pangan daerah.
Dalam ajang penghargaan ketahanan pangan 2024, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyerahkan apresiasi kepada tiga desa/kelurahan terbaik.
Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, berhasil meraih Juara 1, disusul Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang sebagai Juara 2, dan Desa Wahau Baru, Kecamatan Muara Wahau sebagai Juara 3.
Keberhasilan Singa Geweh tidak terjadi secara tiba-tiba.
Lurah Singa Geweh, Supriyanto menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kerja keras bersama.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Dinas Ketahanan Pangan, UPT Pertanian P4, serta petugas penyuluh lapangan (PPL) yang terus mendampingi para petani.
Komunikasi Efektif, Fondasi Ketahanan Pangan
Supriyanto menjelaskan bahwa rahasia utama keberhasilan Singa Geweh terletak pada komunikasi yang efektif dan responsif.
Pemerintah kelurahan mengembangkan pola komunikasi yang tidak hanya mengandalkan pertemuan tatap muka, tetapi juga memanfaatkan teknologi agar penyampaian informasi berlangsung cepat dan tepat.
Dengan komunikasi yang terjalin baik, pemerintah kelurahan dapat segera menyampaikan kebutuhan petani—mulai dari alat pertanian, pupuk, hingga bibit—kepada Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.
Kolaborasi ini menciptakan sistem respons cepat yang memastikan kebutuhan lapangan terpenuhi tanpa hambatan.
“Kami membangun jembatan komunikasi yang kuat antara pemerintah, PPL, dan petani. Dengan begitu, setiap kendala dapat kami atasi bersama,” jelas Supriyanto.
Penghargaan sebagai Awal Tanggung Jawab Baru
Meski menerima penghargaan tertinggi, Supriyanto menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir perjuangan.
Ia melihat penghargaan ini sebagai awal tanggung jawab besar untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya.
Pemerintah kelurahan berkomitmen melanjutkan kerja sama intensif dengan petani serta meningkatkan kualitas pendampingan lapangan.
“Kami akan terus bergerak. Kolaborasi dan komunikasi akan menjadi fondasi kami untuk menjaga prestasi ini,” tegasnya.
Harapan Kabupaten Kutim: Mandiri Pangan
Sementara itu, Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Kutim memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian pangan.
Namun, ia mengingatkan bahwa beberapa program masih berjalan lambat dan perlu percepatan.
Dengan luas wilayah dan kekayaan potensi alam, Kutim seharusnya mampu berada jauh dari kondisi kerentanan pangan.
Melalui apresiasi ini, Pemkab berharap seluruh desa semakin terpacu untuk berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan produktivitas pertanian. (Adv)
