KPK Telusuri Jejak Dana Korupsi Iklan Bank BJB, Selebriti hingga Keluarga RK Masuk Radar

POLITIKAL ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) dengan menelusuri aliran dana ke berbagai pihak di luar struktur internal bank. Penyidik membuka peluang memanggil sejumlah figur publik, termasuk penyanyi Aura Kasih, untuk mengklarifikasi dugaan aliran dana non-budgeter yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan lembaganya tidak membatasi pemeriksaan hanya pada pejabat bank dan rekanan. Menurut dia, penyidik akan memanggil siapa pun yang diduga mengetahui atau menerima aliran dana hasil tindak pidana korupsi.
Karena itu, KPK menempatkan penelusuran aliran uang sebagai fokus utama penyidikan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang berpotensi menikmati hasil kejahatan.
“Penyidik bekerja berdasarkan bukti dan informasi awal. Jika ada pihak yang relevan, tentu akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/12).
KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Non-Budgeter
Dalam penyidikan kasus ini, KPK menduga sebagian dana iklan Bank BJB mengalir di luar mekanisme anggaran resmi. Penyidik mencatat adanya dugaan dana non-budgeter yang mencapai ratusan miliar rupiah dan digunakan untuk kepentingan di luar kebutuhan institusi.
Budi menjelaskan, tim penyidik terus menelusuri ke mana saja dana tersebut bergerak. Selain itu, penyidik juga meneliti kemungkinan dana digunakan untuk pembelian aset maupun disalurkan kepada pihak ketiga.
“Kami mendalami aliran dana itu secara menyeluruh. Penyidik menelusuri apakah dana mengalir ke individu tertentu, apakah digunakan untuk pembelian aset, atau disamarkan melalui pihak lain,” kata Budi.
Ia menambahkan, proses penelusuran aliran uang membutuhkan waktu karena melibatkan banyak transaksi dan pihak. Namun, KPK memastikan proses tersebut berjalan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang sah.
Nama Aura Kasih mencuat dalam konteks pendalaman aliran dana ini. Meski demikian, KPK menegaskan belum menetapkan status hukum apa pun terhadap penyanyi tersebut. Penyidik baru membuka peluang pemeriksaan apabila ditemukan keterkaitan yang relevan dengan perkara.
Ridwan Kamil dan Lingkaran Terdekat Jadi Fokus Pemeriksaan
KPK sebelumnya telah memeriksa Ridwan Kamil sebagai saksi dalam perkara ini. Pemeriksaan berlangsung selama sekitar enam jam pada Selasa, 2 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil membantah terlibat dalam praktik korupsi maupun menerima aliran dana dari pengadaan iklan Bank BJB.
Meski demikian, KPK tetap mendalami kemungkinan aliran dana ke orang-orang terdekat Ridwan Kamil. Selain Aura Kasih, penyidik juga menelusuri dugaan aliran dana ke anggota keluarga, termasuk istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya.
Menurut informasi KPK, dari total anggaran iklan Bank BJB sebesar Rp409 miliar pada periode 2021–2023, sekitar Rp200 miliar diduga mengalir sebagai dana non-budgeter. Penyidik mencurigai dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.
Budi menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap keluarga atau pihak dekat bukan bentuk kriminalisasi. Menurutnya, langkah itu diperlukan untuk memastikan kejelasan aliran uang dan menutup celah manipulasi.
“Kami fokus pada aliran dana. Siapa pun yang menerima atau mengetahui aliran tersebut perlu memberikan keterangan,” ujarnya.
Lima Tersangka dan Kerugian Negara Rp222 Miliar
Dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Para tersangka berasal dari jajaran direksi Bank BJB serta pihak swasta yang terlibat sebagai agensi periklanan.
KPK menduga para tersangka melakukan pengaturan pengadaan iklan yang tidak sesuai ketentuan. Modus tersebut diduga melibatkan penunjukan agensi tertentu dan penggelembungan nilai kontrak.
Akibat perbuatan itu, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp222 miliar. KPK menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap pengelolaan bank daerah.
Penyidik terus melengkapi berkas perkara dengan memeriksa saksi-saksi tambahan dan menelusuri aset yang diduga berasal dari hasil korupsi. KPK juga membuka peluang untuk menerapkan pasal pencucian uang apabila menemukan upaya penyamaran hasil kejahatan.
Respons Publik dan Sikap KPK
Seiring mencuatnya nama figur publik, perhatian masyarakat terhadap kasus ini semakin besar. Hingga kini, Aura Kasih belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. Aktivitas di akun media sosialnya juga menjadi sorotan setelah kolom komentar dinonaktifkan.
KPK meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Budi menegaskan bahwa proses hukum berjalan berdasarkan bukti, bukan opini publik.
“Kami mengimbau semua pihak untuk menunggu proses hukum. KPK bekerja secara profesional dan transparan,” kata Budi.
Pada akhirnya, KPK memastikan akan menuntaskan penyidikan kasus korupsi iklan Bank BJB secara menyeluruh. Lembaga antirasuah menegaskan komitmennya untuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa memandang jabatan maupun popularitas.
(Redaksi)

