
POLITIKAL.ID – Program Gratispol kembali menjadi sorotan karena pemerintah ingin memastikan setiap mahasiswa di Kalimantan Timur (Kaltim) bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Meskipun UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah ditanggung, banyak mahasiswa masih menghadapi tantangan finansial sehari-hari.
Biaya hidup yang terus meningkat membuat mereka sulit fokus belajar dan mencapai prestasi maksimal.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga berupaya memperkuat dukungan untuk kebutuhan harian mahasiswa.
“Masalah terbesar mahasiswa bukan hanya soal UKT, tetapi biaya harian yang terus meningkat,” ujarnya.
Memanfaatkan Dana CSR untuk Mahasiswa
Untuk mengatasi tantangan ini, Seno Aji menyebut pemerintah daerah dapat memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai peluang besar.
Dana CSR yang jumlahnya signifikan di kabupaten dan kota dapat diarahkan untuk mendukung mahasiswa, mulai dari biaya makan hingga tempat tinggal.
“CSR di kabupaten/kota jumlahnya besar, dan itu bisa diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa,” ungkapnya.
Langkah ini tidak hanya membantu meringankan beban mahasiswa, tetapi juga memastikan mereka bisa fokus belajar dan meraih prestasi akademik.
Kolaborasi Antara Provinsi dan Daerah
Ia menekankan bahwa keberhasilan Gratispol membutuhkan sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota.
Pendanaan sepenuhnya dari provinsi dinilai tidak cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan mahasiswa.
Dengan melibatkan CSR daerah, program ini dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan memberikan bantuan yang lebih lengkap.
“Gratispol perlu diperkuat lewat kolaborasi daerah. Tanpa dukungan itu, program ini tidak bisa menjawab seluruh tantangan pendidikan,” tegas Seno Aji.
Strategi ini akan mulai diimplementasikan pada tahun mendatang, dan pemerintah daerah diharapkan segera menyusun skema pemanfaatan CSR yang lebih terarah.
Bantuan Tambahan untuk Kehidupan Mahasiswa
Selain menanggung biaya kuliah, Gratispol kini akan fokus pada keberlangsungan hidup mahasiswa.
Bantuan tambahan mencakup biaya makan, akomodasi, dan kebutuhan harian lain yang sangat penting bagi mahasiswa.
Dengan dukungan ini, mahasiswa dapat menjalani kehidupan kampus dengan lebih tenang dan produktif.
Penguatan Gratispol melalui CSR diharapkan mendorong mahasiswa lebih fokus pada studi tanpa terbebani masalah finansial.
Selain itu, program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pendidikan tinggi yang berkualitas. (Adv)
