Kutim Mantapkan Arah Pembangunan dengan Sinkronisasi Program dan Misi Daerah

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program pembangunan yang dijalankan tetap berada pada satu koridor utama, yakni mendukung pencapaian misi strategis daerah.
Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat menjelaskan strategi pelaksanaan program-program unggulan yang saat ini menjadi fokus Pemkab Kutim.
Menurut Mahyunadi, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau skala sebuah program.
Yang jauh lebih penting ialah bagaimana setiap program mampu memberikan kontribusi nyata terhadap arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Setiap program harus mendukung tercapainya misi pemerintah,” ujar Mahyunadi.
Ia menekankan bahwa keselarasan antara program dan misi daerah merupakan landasan utama dalam menentukan prioritas anggaran.
Dengan prinsip tersebut, setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kutim.
Mahyunadi mengungkapkan bahwa tidak semua program besar menjamin hasil yang besar, begitu pula sebaliknya.
Program yang terlihat sederhana justru seringkali memiliki dampak signifikan jika dirancang untuk menunjang tujuan jangka panjang pemerintah daerah.
Karena itu, Pemkab Kutim membuka ruang untuk program skala kecil maupun besar, selama keduanya mengarah pada misi pembangunan.
“Program sederhana tetap memiliki arti penting jika mendukung tujuan jangka panjang pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini juga membantu pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi dan pemantauan secara terukur terhadap setiap kegiatan, terlepas dari perbedaan skalanya.
Dengan sistem evaluasi yang rapi, pemerintah dapat memastikan tidak ada program yang berjalan tanpa arah atau tidak memberikan dampak jelas.
Lebih lanjut, Mahyunadi menjelaskan bahwa Pemkab Kutim secara konsisten menyesuaikan skala program dengan kemampuan anggaran daerah.
Pendekatan realistis ini memungkinkan pemerintah menjalankan berbagai program secara beriringan tanpa mengganggu fokus pada target pembangunan strategis.
“Kita bisa memantau dan mengevaluasi semua program secara terukur, meskipun skalanya berbeda-beda,” tambahnya.
Selain memastikan kesinambungan program, pendekatan tersebut juga memperkuat stabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Setiap program yang diajukan harus mempertimbangkan efektifitas, efisiensi, dan kontribusinya terhadap kualitas hidup masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran di tengah berbagai tantangan pembangunan.
Ia menilai, penerapan pendekatan berbasis misi mempermudah pemerintah dalam mengarahkan setiap kegiatan agar benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Tujuan kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai misi, memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Mahyunadi menambahkan bahwa komitmen tersebut menjadi kunci utama pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan sektor strategis lainnya.
Dengan strategi yang terarah, Pemkab Kutim optimistis dapat mencapai target-target pembangunan secara efektif dan konsisten.
Melalui pendekatan pembangunan yang terukur dan berbasis misi, Pemkab Kutim berharap seluruh program, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa setiap program tidak hanya berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata. (adv)
