Lambatnya Respons Layanan Aduan GratisPol, Pemprov Kaltim Akui Keterbatasan SDM

POLITIKAL.ID – Meningkatnya jumlah aduan mahasiswa penerima Program Beasiswa GratisPol menyoroti kesiapan layanan pengaduan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Di tengah besarnya cakupan penerima manfaat, layanan aduan Gratsipol belum mampu merespons keluhan secara cepat, sehingga memicu keresahan mahasiswa.
Keluhan tersebut ramai jadi perbincangan melalui kolom komentar media sosial resmi GratisPol dan kanal WhatsApp pengaduan, terutama terkait lambannya jawaban atas pertanyaan dan proses verifikasi data.
Pemprov Kaltim Akui Layanan Aduan GratisPol Belum Ideal
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, membenarkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala utama dalam layanan pengaduan GratisPol.
“Memang admin kami hanya ada 10 orang. Dalam satu hari, maksimal bisa melayani sekitar 100 orang,” ujar Dasmiah pada Selasa (3/2/2026).
Ia menyebut kondisi tersebut tidak sebanding dengan jumlah sasaran program yang mencapai sekitar 100 ribu mahasiswa di seluruh Kalimantan Timur.
Ribuan Pesan Masuk Setiap Hari
Menurut Dasmiah, jumlah pesan dan aduan yang masuk ke kanal layanan GratisPol mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu, sehingga tidak mungkin mendapat jawaban secara bersamaan.
“Yang menghubungi itu jumlahnya ribuan, bahkan puluhan ribu mahasiswa. Jadi tidak mungkin semuanya langsung terjawab dalam waktu bersamaan,” katanya.
Kondisi ini membuat antrean aduan tak terhindarkan, terutama saat masa verifikasi dan pembaruan data.
Verifikasi Ketat Perpanjang Waktu Respons
Dasmiah menegaskan bahwa setiap aduan tidak bisa Admin jawab secara instan karena harus melalui proses verifikasi yang ketat dan berlapis.
“Pesan masuk itu bukan hanya dijawab. Admin juga harus melakukan verifikasi data. Kalau salah sedikit saja, dampaknya bisa ke hak mahasiswa itu sendiri,” tegasnya.
Proses verifikasi meliputi pengecekan identitas, data kependudukan, status akademik, hingga kesesuaian dengan ketentuan dalam Peraturan Gubernur.
Layanan Aduan GratisPol: Jawaban Sering Tertunda Hingga Malam Hari
Akibat tingginya beban kerja, respons layanan pengaduan sering kali baru dapat admin berikan pada malam hari. Dasmiah meminta mahasiswa untuk memahami kondisi tersebut.
“Biasanya memang baru bisa dijawab malam hari. Tapi kami pastikan semua akan dijawab, hanya saja bergiliran,” ujarnya.
Kesalahan Pengisian Data Perburuk Antrean
Selain keterbatasan admin, Dasmiah juga menyoroti masih banyaknya pendaftar yang kurang teliti membaca petunjuk teknis.
“Kalau petunjuk itu dibaca pelan-pelan, sebenarnya tidak sulit. Tapi karena ingin cepat selesai, banyak yang melewatkan instruksi, akhirnya terjadi kesalahan,” katanya.
Ia menambahkan, kesalahan tersebut kerap mahasiswa anggap sebagai gangguan sistem.
“Sering dianggap sistem error, padahal sebenarnya karena data yang diinput tidak sesuai petunjuk,” tambahnya.
Evaluasi Perlu, Namun Terbentur Anggaran
Dasmiah menegaskan bahwa Pemprov Kaltim menyadari perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan GratisPol, termasuk layanan . Namun penambahan tenaga admin belum dapat berjalan dalam waktu dekat.
“Evaluasi pasti berjalan. Tapi kami juga harus realistis, karena ada keterbatasan anggaran,” pungkasnya.
(tim redaksi)





