Nasional

Marak Tambang Ilegal, Prabowo Sentil Babinsa hingga Danrem

POLITIKAL.ID – Maraknya aktivitas tambang ilegal di berbagai wilayah Indonesia memicu respons keras dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan aparat di lapangan, khususnya jajaran teritorial TNI.

Prabowo menegaskan, praktik ilegal berskala besar seharusnya tidak mungkin terjadi tanpa terdeteksi oleh aparat setempat.

Aparat Diminta Tidak Tutup Mata

Presiden secara terbuka mempertanyakan peran aparat teritorial, mulai dari Babinsa hingga komandan wilayah, yang dinilai tidak peka terhadap aktivitas ilegal di daerahnya.

“Saya bilang kepada Panglima TNI, kamu usut bagaimana ada tambang ilegal Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu, kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu soal tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan sebagainya,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa aparat tidak boleh bersikap pasif, apalagi membiarkan praktik yang merugikan negara terus berlangsung.

Instruksi Tegas ke Panglima TNI

Prabowo langsung memerintahkan Panglima TNI untuk menyelidiki dugaan pembiaran maupun keterlibatan oknum di lapangan. Ia ingin penanganan berjalan secara menyeluruh hingga ke akar masalah.

Menurutnya, lemahnya pengawasan bukan hanya berdampak pada sektor pertambangan, tetapi juga membuka celah bagi praktik ilegal lain seperti penyelundupan.

“Penyelundupan itu pasti terjadi karena lemahnya penegakan hukum. TNI Angkatan Laut bagaimana, Danden bagaimana, Babinsa bagaimana, kok bisa terjadi tambang ilegal, saya pertanyakan,” ujarnya.

Dorong Pembersihan Internal di TNI

Selain menyoroti TNI, Prabowo juga menyinggung langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mulai menindak tegas perwira bermasalah. Ia menilai langkah tersebut sebagai contoh pembenahan institusi yang patut mendapat apresiasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa TNI juga perlu melakukan evaluasi dan pembersihan internal karena masih terdapat oknum yang mencoreng nama institusi.

“Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwira-perwira yang gak beres. Dan juga TNI ada perwira-perwira yang gak beres juga,” katanya.

Jaga Kepercayaan Publik terhadap TNI

Prabowo menegaskan bahwa pembenahan internal menjadi hal mendesak demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer. Sebagai bagian dari TNI, ia mengaku tidak ingin citra lembaga tersebut rusak oleh segelintir oknum.

“TNI harus bereskan diri. Saya gak rela institusi saya yang begitu dicintai rakyat tercemar oleh pejabat-pejabat. Jadi ini saya kira kita harus fair, polisi harus bereskan diri, TNI juga harus bereskan diri,” pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap berbagai aktivitas ilegal di Indonesia.

(Redaksi)
Show More

Related Articles

Back to top button