Natal di Tengah Perang, Paus Leo XIV Tegur Keras Pemimpin Dunia

POLITIKAL ID – Perayaan Natal 2025 kembali berlangsung di bawah bayang-bayang perang global. Dari Vatikan, Paus Leo XIV melontarkan kritik tajam kepada para pemimpin dunia yang dinilai gagal menghentikan konflik bersenjata. Dalam pesan Natalnya, Paus menegaskan bahwa perang mencerminkan kegagalan nurani politik dan mendesak negara-negara yang berkonflik segera menghentikan tembakan.
Paus Leo XIV menyampaikan pesan tersebut pada Rabu (24/12) menjelang misa Natal. Ia menyoroti fakta bahwa jutaan orang merayakan Natal di tengah suara senjata, kehancuran kota, dan krisis kemanusiaan. Menurut Paus, situasi ini tidak sejalan dengan makna kelahiran Yesus Kristus yang membawa pesan perdamaian dan harapan.
Karena itu, Paus menyerukan gencatan senjata global sebagai langkah konkret menghormati martabat manusia. Ia menekankan bahwa para pemimpin dunia memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan kekerasan, setidaknya pada momen suci Natal.
Namun, Paus juga menyampaikan kekecewaan karena seruan tersebut belum mendapat respons positif dari semua pihak, khususnya Rusia dalam konflik Ukraina.
Paus Nilai Penolakan Gencatan Senjata Perpanjang Derita Warga Sipil
Dalam pesannya, Paus Leo XIV secara khusus menyinggung konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung sejak Februari 2022. Ia menyatakan kesedihan mendalam karena Rusia dinilai tetap menolak usulan gencatan senjata, meski tekanan internasional terus meningkat.
Menurut Paus, penolakan tersebut memperpanjang penderitaan warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa perang selalu menempatkan masyarakat tak bersalah sebagai korban utama.
Rusia selama ini menolak gencatan senjata dengan alasan jeda militer hanya akan memberi keuntungan strategis bagi Ukraina. Namun, Paus menilai logika tersebut mengabaikan aspek kemanusiaan dan etika global.
“Perang tidak pernah menjadi solusi. Ia hanya meninggalkan luka yang lebih dalam,” ujar Paus dalam pesan Natalnya.
Lebih lanjut, Paus menegaskan bahwa gencatan senjata bukan simbol kelemahan. Sebaliknya, ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keberanian moral untuk membuka pintu dialog dan menghindari korban jiwa lebih besar.
Konflik Dunia Cerminkan Krisis Kepemimpinan Global
Selain Ukraina, Paus Leo XIV juga menyoroti konflik yang masih membara di Timur Tengah dan wilayah lain. Ia menilai dunia saat ini menghadapi krisis kepemimpinan global, di mana kekuatan militer lebih sering dipilih dibandingkan dialog.
Menurut Paus, kegagalan menghentikan perang menunjukkan rapuhnya komitmen internasional terhadap nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa konflik bersenjata berdampak luas, mulai dari krisis pengungsi hingga gangguan pangan dan energi global.
Karena itu, Paus mendesak negara-negara besar untuk berhenti memprioritaskan kepentingan geopolitik sempit. Ia meminta para pemimpin dunia menggunakan pengaruh politik mereka untuk mendorong perundingan damai.
Paus juga menilai bahwa upaya perdamaian di Ukraina tidak akan berhasil tanpa keterlibatan diplomatik Eropa secara penuh. Menurutnya, proses damai harus bersifat inklusif dan menghormati hukum internasional.
“Tanpa dialog yang jujur, perdamaian hanya akan menjadi slogan,” kata Paus.
Paus Waspadai Dampak Politik Rencana Perdamaian AS
Dalam pesan Natal tersebut, Paus Leo XIV turut menyinggung dinamika politik global, termasuk rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Paus memperingatkan bahwa inisiatif tersebut berpotensi mengubah keseimbangan aliansi transatlantik.
Ia menilai setiap rencana perdamaian harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak dan menjaga stabilitas hubungan internasional. Menurut Paus, pendekatan sepihak justru dapat memicu ketegangan baru di antara negara-negara sekutu.
Meski tidak merinci isi rencana tersebut, Paus menegaskan bahwa perdamaian sejati hanya dapat tercapai melalui proses dialog yang adil dan berimbang. Ia menolak solusi yang mengabaikan penderitaan korban perang.
Di sisi lain, Paus memastikan Vatikan akan terus berperan sebagai suara moral dan mediator. Ia menegaskan komitmen Gereja Katolik untuk mendorong dialog lintas negara dan agama.
Pesan Natal sebagai Teguran Moral bagi Dunia
Pesan Natal Paus Leo XIV tahun ini menjadi lebih dari sekadar seruan religius. Paus menjadikannya sebagai teguran moral terhadap para pemimpin dunia yang dinilai membiarkan perang terus berlangsung.
Ia mengingatkan bahwa Natal seharusnya menjadi momen refleksi dan pertobatan kolektif. Menurut Paus, dunia tidak bisa terus menormalisasi kekerasan dan penderitaan manusia.
Paus menutup pesannya dengan doa bagi para korban perang, pengungsi, dan anak-anak yang tumbuh di tengah konflik. Ia berharap para pemimpin dunia berani memilih jalan damai meski penuh risiko politik.
Pada akhirnya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian bukan utopia. Ia menyebut perdamaian sebagai pilihan sadar yang menuntut keberanian, empati, dan tanggung jawab global.
(Redaksi)

