Politik

PDIP Kaltim Tancap Gas 2025-2030, Pergantian Struktur Mengirim Sinyal Pertarungan Politik Baru di Bumi Etam

POLITIKAL.ID – PDI Perjuangan Kalimantan Timur menyalakan “mesin besar” menjelang fase baru politik nasional. Dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (8/12/2025), partai berlambang kepala banteng itu tidak sekadar menyusun kepengurusan, tetapi menegaskan strategi baru menghadapi konstelasi politik yang makin dinamis, terutama setelah Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap pembangunan lanjutan.

Konferda tahun ini menghadirkan atmosfer berbeda. Selain menjadi arena evaluasi, acara tersebut juga menegaskan kesiapan PDIP Kaltim untuk merebut momentum politik lima tahun ke depan. Situasi ini membuat penyusunan struktur bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah strategis yang menentukan posisi partai pada peta kekuatan daerah.

Dengan komposisi pengurus baru, PDIP Kaltim ingin memperlihatkan kombinasi energi muda, kapasitas manajerial, dan soliditas kader senior. Perpaduan itu diharapkan mampu menggerakkan organisasi secara agresif sekaligus terukur, terutama menghadapi kontestasi politik 2029 yang sudah mulai terasa gaungnya sejak awal 2025.

Kepengurusan Baru Hadir dengan Nafas Politik Segar

Struktur PDIP Kaltim periode 2025–2030 memperlihatkan formasi yang lebih terencana. Partai kembali mempercayakan komando kepada Safaruddin sebagai Ketua DPD, sementara Ananda Emira Moeis tetap berada di kursi Sekretaris. Langkah ini menunjukkan partai memilih kesinambungan sebagai fondasi utama dalam menghadapi perkembangan politik yang cepat.

Pergantian signifikan muncul pada posisi Bendahara. Edi Damansyah, figur dengan rekam jejak panjang di pemerintahan daerah, mengisi jabatan tersebut. Perubahan ini menandakan strategi PDIP dalam memperkuat basis manajerial dan memperbaiki tata kelola internal. Sementara itu, Muhammad Samsun bergeser ke posisi Wakabid Ideologi dan Kaderisasi untuk memperkuat proses pembinaan kader di seluruh lapisan partai.

Menariknya, formasi kali ini turut menghadirkan sejumlah kader muda dengan pengalaman cukup matang di tingkat kota dan kabupaten. Langkah tersebut tidak hanya memperkuat regenerasi, tetapi juga menyuntikkan ide-ide politik baru agar PDIP tetap relevan pada berbagai golongan pemilih, khususnya generasi muda yang semakin kritis terhadap isu lingkungan, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan.

Dengan wajah-wajah baru itu, PDIP Kaltim ingin memperluas ketertarikan pemilih sekaligus membangun jalur komunikasi politik yang lebih terbuka dan responsif.

Regenerasi Kader dan Penguatan Jaringan: Modal Baru untuk 5 Tahun Mendatang

PDIP Kaltim menegaskan komitmen regenerasi melalui masuknya sejumlah ketua DPC ke jajaran DPD. Budiono dari Balikpapan dan Sugiyono dari Samarinda menjadi dua figur yang paling disorot karena kiprah mereka selama ini mendorong kinerja partai di wilayah perkotaan. Keduanya membawa pengalaman lapangan yang kuat dan memahami pola perubahan demografi yang kini bergerak cepat akibat pertumbuhan kawasan penyangga IKN.

Selain dua nama tersebut, kader dari berbagai kabupaten mulai dari Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Berau, Paser, hingga Mahakam Ulu juga memperkuat struktur baru. Mereka menghadirkan perspektif daerah yang selama ini berperan penting dalam menentukan arah strategi partai. Dengan masuknya perwakilan dari berbagai wilayah, PDIP Kaltim memperluas jaringan komunikasi politik hingga ke akar rumput.

Regenerasi ini menjadi langkah yang tidak dapat ditunda lagi. Daerah seperti Kaltim membutuhkan partai yang mampu merespons perubahan sosial secara cepat. Kehadiran figur-figur muda memungkinkan PDIP membangun gagasan baru, menyesuaikan strategi kampanye, serta memperkuat pendidikan politik yang menyasar kelompok pemilih muda.

Konferda Menjadi Pusat Evaluasi dan Peneguhan Meritokrasi

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Konferda bukan sekadar seremoni formalitas. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menilai ulang pencapaian partai, mengidentifikasi kelemahan, dan memperbarui strategi. Karena itu, seluruh peserta menjalani rangkaian diskusi yang berlangsung intens sejak pagi.

Hasto menekankan bahwa DPP menerapkan merit system dalam penentuan struktur kepengurusan. Proses tersebut menempatkan kompetensi sebagai tolok ukur utama dalam memilih pemimpin partai. Dengan mendengarkan aspirasi dari DPC dan PAC, DPP ingin memastikan figur yang naik ke tingkat DPD benar-benar memahami kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan meritokrasi tersebut tidak hanya memperkuat internal partai, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik. PDIP ingin memastikan kepengurusan baru bekerja secara profesional, memiliki program yang terarah, dan bergerak berdasarkan kebutuhan rakyat. Karena itu, DPP mendorong pengurus baru agar bergerak cepat menyusun agenda kerja lima tahun mendatang.

Dengan struktur yang telah ditetapkan, PDIP Kaltim memasuki fase konsolidasi lanjutan yang berfokus pada pemetaan kekuatan daerah, sinkronisasi program, dan penataan strategi komunikasi publik.

Empat Pesan Strategis Hasto: Lingkungan, Geopolitik, Public Trust, dan Mesin Partai

Dalam arahannya, Hasto Kristiyanto menyampaikan empat pesan strategis yang harus menjadi pegangan seluruh kader PDIP Kaltim.

Pertama, Hasto mendorong kader berdiri di barisan terdepan dalam menghentikan perusakan lingkungan. Tambang ilegal, illegal logging, dan eksploitasi hutan yang tidak terkendali telah menciptakan bencana berulang di Kaltim. Menurutnya, kerusakan tersebut berakar dari cara pandang yang keliru terhadap jati diri Indonesia sebagai negara maritim. Laut bukan sekadar batas wilayah, melainkan halaman depan negara. Karena itu, pembangunan harus berlandaskan perspektif maritim yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.

Kedua, Hasto menyoroti pentingnya geopolitik maritim sebagai fondasi untuk memperjuangkan keadilan sosial. Wilayah kaya sumber daya seperti Kaltim membutuhkan strategi pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan ekosistem. Ia mengingatkan bahwa masa depan Kaltim akan ditentukan oleh kemampuan daerah ini mengelola sumber daya secara berkeadilan.

Ketiga, Hasto mengajak seluruh kader memperbaiki kepercayaan publik terhadap partai politik. Menurutnya, pemilu langsung sering disalahgunakan sehingga uang menguasai dinamika elektoral. Kondisi tersebut menurunkan public trust. Karena itu, PDIP perlu mengembalikan orientasi politik pada etika, moral, dan kepentingan rakyat. Politik, menurutnya, bukan kompetisi untuk merebut kekuasaan, tetapi usaha membangun peradaban yang lebih baik.

Keempat, Hasto menegaskan perlunya memperkuat mesin partai dari tingkat PAC hingga DPD. Konferda harus melahirkan struktur yang bekerja efektif dan konsisten menjaga integritas demokrasi. Dengan mesin partai yang solid, PDIP Kaltim dapat menghadapi dinamika politik yang terus berubah dalam lima tahun mendatang.

Struktur Lengkap Pengurus PDIP Kaltim 2025–2030

Berikut susunan lengkap pengurus DPD PDIP Kaltim periode 2025–2030:

Ketua: Safaruddin
Sekretaris: Ananda Emira Moeis
– Wakil Sekretaris Internal: Supratono
– Wakil Sekretaris Program: Priskila Evalianitha Randabunga

Bendahara: Edi Damansyah
– Wakil Bendahara: H. Baba

Wakil Ketua Bidang:
Veridiana Huraq Wang • Andhika Hasan • Muhammad Samsun • Marten Apuy • Sugiyono • Siang Geah • Didik Agung Eko Wahono • Budiono • Guntur • Eko Priyo Utomo • Betaria Magdalena • Yonavia I. • Ely Hartati Rasyid • Safuad • Lusiana Ipin • Damuri • Yustisia Dibrinap • Wahyu Hidayat • S. Roy Hendrayanto

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button