Internasional

Sikap Rusia Pasca AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

POLITIKAL.ID – Sikap Rusia secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penunjukan Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Presiden Rusia Vladimir Putin merespons langsung atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam operasi yang memicu ketegangan geopolitik global.

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan pembelaan terhadap kedaulatan Venezuela melalui pernyataan resmi yang dirilis kepada publik. Moskow menilai Venezuela menghadapi ancaman serius berupa neokolonialisme serta agresi bersenjata dari pihak asing yang berupaya mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

“Kami dengan tegas mendesak agar Venezuela memperoleh jaminan penuh atas hak untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat merusak,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Meski tidak menyebut Amerika Serikat secara eksplisit, pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengerahkan pasukan khusus untuk menangkap Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026). Langkah Washington itu memicu kecaman dari sejumlah negara dan memperuncing rivalitas antara AS dan Rusia.

Sikap Rusia Dukung Pemerintahan Interim Venezuela

Moskow menilai langkah pemerintahan Delcy Rodriguez sebagai bentuk pertahanan diri yang sah bagi sebuah negara berdaulat. Rusia menegaskan bahwa pemerintahan baru Venezuela memiliki legitimasi untuk mengambil tindakan guna menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan internasional.

“Kami menyambut baik upaya yang dilakukan otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional. Rusia menegaskan solidaritas yang tidak tergoyahkan kepada rakyat dan pemerintah Venezuela,” lanjut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pemerintah Rusia juga menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan politik dan diplomatik kepada Caracas. Moskow menilai stabilitas Venezuela memiliki arti strategis bagi keseimbangan geopolitik kawasan Amerika Latin.

Rusia selama ini menjadi salah satu sekutu utama Venezuela, terutama di bidang energi, pertahanan, dan kerja sama ekonomi. Dukungan tersebut semakin menguat setelah hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Tumbangnya Nicolas Maduro menjadi pukulan bagi pengaruh Rusia di Amerika Latin. Maduro merupakan sekutu dekat Moskow dan menjadi pemimpin kedua yang kehilangan kekuasaan dalam setahun terakhir setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran di Kremlin terkait menyusutnya pengaruh Rusia di kawasan yang selama ini menjadi arena persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat.

Kremlin Waspadai Kembalinya Dominasi AS

Perkembangan di Venezuela memicu perdebatan internal di Rusia mengenai potensi kembalinya dominasi Amerika Serikat di Belahan Bumi Barat. Sejumlah pejabat Kremlin menilai langkah Washington sebagai sinyal kuat kebangkitan kembali kebijakan hegemonik AS di kawasan tersebut.

Seorang sumber senior Rusia memberikan peringatan keras terkait keseimbangan kekuasaan global. Menurut dia, Rusia tidak akan tinggal diam jika Amerika Serikat kembali menegaskan dominasi sepihak di Amerika Latin.

“Jika Trump menegaskan kembali Doktrin Monroe yang dihidupkan ulang mengenai dominasi AS di Belahan Bumi Barat, maka Rusia juga memiliki hak atas zona pengaruhnya sendiri,” ujar sumber tersebut kepada Reuters.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Moskow terhadap potensi eskalasi ketegangan global yang lebih luas. Rusia menilai tindakan sepihak AS dapat memicu ketidakstabilan internasional dan memperburuk hubungan antarnegara besar.

Putin Masih Jaga Sikap terhadap Trump

Hingga kini, Presiden Rusia Vladimir Putin memilih menjaga kehati-hatian dalam merespons langsung langkah Presiden Donald Trump. Kremlin menilai hubungan dengan Washington tetap memiliki nilai strategis, terutama terkait upaya mengakhiri konflik di Ukraina serta memulihkan hubungan ekonomi bilateral yang sempat memburuk.

Putin belum menyampaikan komentar pribadi terkait penangkapan Nicolas Maduro. Namun, sikap resmi Rusia tercermin jelas melalui pernyataan keras Kementerian Luar Negeri Rusia yang mengecam intervensi asing di Venezuela.

Pengamat menilai Putin berupaya menyeimbangkan tekanan geopolitik dengan kepentingan jangka panjang Rusia. Moskow berusaha menghindari konfrontasi terbuka dengan Washington, sembari tetap menunjukkan sikap tegas dalam membela sekutunya.

Situasi di Venezuela diperkirakan masih akan menjadi sorotan utama politik global dalam waktu dekat. Dukungan Rusia terhadap pemerintahan interim Delcy Rodriguez berpotensi memperpanjang ketegangan dengan Amerika Serikat dan memengaruhi dinamika kekuatan di kawasan Amerika Latin.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button