Advertorial
Trending

Pemkab Kutim Perkuat Peternakan Daerah Lewat Bibit Sapi Bali

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sektor peternakan melalui program pengadaan bibit sapi yang tepat sasaran.

Tahun ini, Pemkab Kutim kembali menetapkan sapi Bali sebagai komoditas utama yang dibagikan kepada kelompok tani ternak.

Keputusan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Peternak Kutim memerlukan sapi yang tangguh, mudah dipelihara, dan mampu berkembang biak secara optimal di kondisi alam setempat.

Sapi Bali terbukti mampu beradaptasi pada wilayah berbukit, bercurah hujan tinggi, serta lingkungan semi-intensif yang banyak diterapkan peternak Kutim.

Dengan karakteristik tersebut, sapi Bali menjadi pilihan paling realistis dan menguntungkan bagi para peternak lokal.

Kelebihan Sapi Bali yang Sudah Teruji

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim menegaskan bahwa sapi Bali menawarkan berbagai keunggulan yang sangat relevan dengan kebutuhan peternak daerah.

Sapi ini mampu menjaga kondisi tubuh, tahan terhadap penyakit endemik, dan memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap pakan lokal.

Peternak dapat memelihara sapi Bali tanpa harus menyediakan pakan berkualitas premium setiap hari.

Pola pemeliharaan semi-intensif tetap memungkinkan mereka tumbuh stabil.

Hal ini berbeda dari sapi besar seperti limosin dan simental yang memerlukan kandang intensif, pakan khusus, serta kontrol kesehatan harian.

Tanpa perawatan optimal, sapi besar rentan stres dan mengalami penurunan bobot badan.

Melalui pengalaman langsung di lapangan, DTPHP Kutim memastikan bahwa sapi Bali memberikan hasil paling konsisten, terutama untuk peternak yang masih dalam tahap pengembangan usaha.

Mendukung Pemulihan Populasi Pasca-PMK

Pengadaan bibit sapi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memulihkan populasi ternak yang sempat menurun akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dengan bibit sapi Bali yang sehat dan produktif, pemerintah berupaya menstabilkan kembali populasi ternak sekaligus memenuhi kebutuhan daging lokal yang terus meningkat.

Pemkab Kutim menyalurkan bibit sapi melalui mekanisme APBD dan diberikan secara terarah kepada kelompok tani ternak yang sudah terverifikasi dalam sistem SIM-Luhtan.

Dengan demikian, bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh peternak yang membutuhkan.

Investasi Jangka Panjang bagi Peternak Kutai Timur

Pengadaan indukan sapi Bali bukan sekadar program tahunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan ketahanan pangan daerah.

Satu indukan yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan anak setiap tahun, sehingga manfaat ekonominya terus bertambah.

Peternak yang menerima bantuan memperoleh peluang untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dengan biaya pemeliharaan yang relatif rendah dan tingkat produktivitas tinggi, sapi Bali memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan peternak.

Pemkab Kutai Timur Hadir untuk Menguatkan Kemandirian Peternak

Pemkab Kutim melalui DTPHP menegaskan komitmennya untuk terus membangun sektor peternakan yang kokoh dan mandiri.

Dengan memilih sapi Bali sebagai komoditas utama, pemerintah memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat maksimal.

Program ini bukan hanya meningkatkan populasi sapi, tetapi juga membuka jalan bagi peternak Kutim untuk meningkatkan pendapatan, memperluas usaha, dan menciptakan kemandirian pangan lokal. (Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button