Pemkab Kutim Tegaskan Vaksinasi Rabies Tetap Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui program vaksinasi hewan pembawa rabies (HPR).
Meski sektor peternakan mengalami efisiensi anggaran, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim memastikan program vaksinasi tetap berjalan tanpa hambatan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencegah penyebaran rabies, penyakit mematikan yang membutuhkan pencegahan sejak dini.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum menegaskan bahwa pengurangan anggaran tidak boleh mengganggu kegiatan inti seperti vaksinasi hewan.
Ia menilai keselamatan warga merupakan prioritas, sehingga program vaksinasi wajib terus dilakukan setiap tahun.
“Walaupun ada efisiensi, vaksinasi tetap wajib dilakukan karena menyangkut keselamatan manusia,” tegasnya.
Layanan Vaksinasi Rutin dan Terjangkau
DTPHP Kutim terus memastikan akses vaksinasi tetap mudah dijangkau masyarakat.
Dokter hewan yang sudah ditempatkan di berbagai kecamatan aktif melaksanakan vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.
Pelayanan ini memudahkan warga untuk memastikan hewan mereka terlindungi dari risiko rabies.
Tak hanya itu, DTPHP juga memanfaatkan momentum acara besar seperti Kutim Expo untuk membuka layanan vaksinasi gratis.
Strategi ini terbukti efektif karena antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memvaksin hewan peliharaan mereka tanpa biaya, sehingga cakupan vaksinasi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pendekatan Menyeluruh: Tidak Hanya pada Hewan Peliharaan
Upaya pengendalian rabies di Kutai Timur tidak hanya terfokus pada hewan peliharaan.
Dyah menjelaskan bahwa hewan liar, terutama anjing yang berkeliaran bebas di beberapa kecamatan, juga harus menjadi sasaran vaksinasi.
Pendekatan ini penting untuk meminimalkan potensi penularan rabies di lingkungan masyarakat.
Dengan pendekatan menyeluruh, DTPHP berharap mampu membangun benteng kesehatan yang lebih kuat.
“Pengendalian rabies harus menyasar seluruh populasi hewan, bukan hanya hewan peliharaan,” jelas Dyah.
Pemerintah memastikan tim lapangan terus bekerja dengan strategi terarah untuk menjangkau hewan-hewan tersebut.
Edukasi dan Pelaporan: Kunci Pencegahan Rabies
Selain vaksinasi, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari program pengendalian rabies.
DTPHP rutin mengimbau warga agar segera melapor ke petugas kesehatan atau DTPHP apabila mengalami gigitan hewan.
Warga juga diminta memeriksakan hewan peliharaan mereka secara berkala agar risiko penularan penyakit bisa ditekan sedini mungkin.
Peningkatan pemahaman masyarakat terbukti sangat membantu dalam meminimalkan kasus rabies.
Warga yang lebih paham risiko rabies cenderung lebih cepat mengambil tindakan, baik dengan memvaksin hewan maupun melapor jika ada kasus gigitan.
Pemkab Kutim Tetap Prioritaskan Keselamatan Warga
Meskipun beberapa program mengalami penyesuaian anggaran, DTPHP Kutim memastikan program vaksinasi rabies tetap mendapat ruang yang cukup.
Dyah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan akibat efisiensi anggaran.
“Kami tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat hanya karena efisiensi. Vaksinasi rabies harus tetap berjalan,” ujarnya.
Melalui komitmen kuat ini, Pemkab Kutim mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Dengan vaksinasi rutin dan kepedulian bersama, Kutim dapat terus menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari ancaman rabies. (adv)
