Pemkab Kutim Tingkatkan Kualitas Permukiman Lewat Semenisasi dan Perbaikan Jalan

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus bergerak mewujudkan visi “Kota Hebat” melalui berbagai program peningkatan kualitas permukiman.
Fokus utama saat ini adalah menjadikan kawasan permukiman lebih layak, rapi, dan mulus dengan melakukan semenisasi, pengaspalan, serta perbaikan gang.
Upaya ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menata lingkungan secara lebih tertib.
Program Semenisasi Jalan Lingkungan
Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Pemkab Kutim menargetkan 25 perumahan di seluruh wilayah mendapatkan semenisasi jalan lingkungan.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim, Asran Lode, menegaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara bertahap selama tiga tahun.
Strategi bertahap ini dipilih agar program tetap efektif dan anggaran dapat dikelola secara optimal.
“Program semenisasi jalan lingkungan ini kami targetkan dalam jangka tiga tahun. Ada 25 perumahan yang tersebar di Kutim,” ungkapnya.
Beberapa lokasi sudah mulai dikerjakan, antara lain GTI 1 dan STC 4, di mana beberapa ruas jalan lingkungan telah selesai disemenisasi.
Sementara itu, semenisasi di Griya Bara Bhayangkara dan Griya Bukit Pelangi baru akan dimulai pada 2025 karena serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dari pengembang baru diterima akhir 2024.
“Saat ini kami sedang lakukan semenisasi di GTI 1 dan STC 4. Ada yang sudah selesai,” pungkasnya.
Kolaborasi dengan RT dan Desa
Pemkab Kutim menekankan pentingnya keterlibatan unsur pemerintah paling bawah, seperti RT dan Desa.
Mereka diminta aktif memberikan data rumah warga yang tidak layak huni.
Data akurat menjadi dasar intervensi pemerintah agar program berjalan tepat sasaran.
Dengan dukungan RT dan Desa, diharapkan program dapat meminimalkan pemborosan anggaran sekaligus menjangkau rumah-rumah yang benar-benar membutuhkan perbaikan.
Program ini tidak hanya sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Jalan yang mulus memudahkan mobilitas warga dan akses transportasi, sementara gang yang tertata rapi meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Dengan penataan yang baik, kawasan permukiman menjadi lebih aman dan layak huni, mendukung kualitas hidup warga Kutim secara keseluruhan. (Adv)
