Daerah

Pemkot Samarinda Tambah 5 Instalasi Pengolahan Air, Kapasitas 30 Liter per Detik untuk Berambai

POLITIKAL.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di sejumlah titik di Kecamatan Samarinda Utara sebagai bagian dari upaya pemerataan distribusi air bersih di Kota Samarinda.

Peresmian tersebut menjadi langkah lanjutan Pemerintah Kota Samarinda dalam menjawab aspirasi masyarakat yang selama ini belum merasakan layanan air bersih secara optimal, khususnya di kawasan Berambai dan sekitarnya.

Komitmen Pemkot Penuhi Kebutuhan Air Bersih

“Hari ini kita meresmikan lima instalasi pengolahan air yang baru. Ini bagian dari komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara bertahap, karena kita sadar tidak mungkin semua persoalan diselesaikan dalam satu atau dua tahun anggaran,” ujar Andi Harun.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur air bersih berjalan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah harus membagi anggaran untuk berbagai sektor pembangunan sehingga proyek air bersih dikerjakan secara berkelanjutan.

Kapasitas IPA Berambai Capai 30 Liter per Detik

Menurut Andi Harun, kapasitas IPA baru di Brambai mencapai 30 liter per detik dancukup untuk melayani sekitar 3.000 sambungan rumah tangga.

“Saat ini kebutuhan di Brambai belum sampai 3.000 sambungan. Artinya kapasitas yang kita bangun sudah mencukupi. Puluhan tahun warga di sini belum merasakan air bersih, dan hari ini sudah bisa kita alirkan,” katanya.

Rencana Perluasan ke Batu Pesaun dan Bayur

Ia menambahkan, tahun depan pemerintah berencana memperluas jangkauan distribusi air dari instalasi tersebut ke wilayah Batu Besaung dan Bayur. Hal itu memungkinkan karena kapasitas produksi air di Berambai lebih besar daripada kebutuhan saat ini.

“Tahun depan kita akan perpanjang daya jangkauannya ke Batu Besaung dan Bayur. Produksi di sini jauh lebih besar dari kebutuhan Berambai,” ujarnya.

Namun, perluasan jaringan memerlukan dukungan anggaran. Pemerintah Kota Samarinda memperkirakan kebutuhan dana sekitar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar untuk pemasangan jaringan pipa distribusi tambahan.

“Mudah-mudahan tahun depan ada dukungan anggaran untuk pemasangan pipa. Kalau itu bisa direalisasikan, manfaatnya tidak hanya untuk Berambai, tetapi juga wilayah sekitarnya,” kata Andi Harun.

Lima Instalasi IPA: Kurangi Tekanan Distribusi di Bengkuring

Selain memperluas layanan di Samarinda Utara, harapannya keberadaan IPA dapat mengurangi tekanan distribusi air di kawasan Bengkuring yang selama ini mengalami kepadatan pelanggan.

Andi Harun menjelaskan, sebelumnya kapasitas air di Bengkuring hanya sekitar 50 liter per detik. Kini kapasitas tersebut meningkat menjadi 100 liter per detik setelah optimalisasi instalasi yang ada.

“Di Bengkuring sekarang sudah berfungsi dua kali 50 liter per detik, jadi total 100 liter per detik. Tapi kita tahu kepadatan di sana cukup tinggi, sehingga tetap membutuhkan tambahan secara bertahap,” ujarnya.

Pembangunan Bertahap dan Berkelanjutan

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengevaluasi kebutuhan air bersih di berbagai wilayah Kota Samarinda. Setiap kekurangan akan diidentifikasi dan diperbaiki sesuai skala prioritas.

“Kita tidak bisa hanya melihat masalah tanpa bergerak. Karena itu, setelah selesai dibangun, baru kita sampaikan dan resmikan. Ini komitmen kami untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Dengan tambahan lima IPA tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berharap distribusi air bersih semakin merata dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini belum terlayani secara optimal.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button