Pemprov Kaltim dan Media Siap Bersinergi Bangun Informasi Sehat di Kalimantan Timur

POLITIKAL.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat hubungan dengan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi publik.
Dalam sebuah acara yang digelar di Ruang Temindung Creative Hub, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan komitmen kuat untuk menjaga jalur komunikasi yang terbuka dan sehat antara pemerintah, jurnalis, serta masyarakat.
Dalam dialog yang dihadiri jurnalis, akademisi, dan mahasiswa tersebut, Seno menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak kritik.
Ia menyatakan secara lugas bahwa media memiliki peran vital sebagai corong informasi sekaligus alat kontrol yang membantu menjaga akuntabilitas.
Dengan nada penuh ketulusan, ia menegaskan bahwa kritik yang membangun justru memperkuat langkah pemerintah.
“Media merupakan corong pemerintah, sekaligus memiliki hak untuk memberikan kritik. Kami tidak menolak kritik,” tegas Seno.
Inovasi Pemerintahan sebagai Terobosan Baru
Pada masa kepemimpinan yang baru berjalan sembilan bulan, Seno menghadapi tantangan besar dalam mengimplementasikan program-program inovatif seperti Grarispol dan Jospol.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah menjalankan program tersebut dengan penuh kehati-hatian agar tetap sesuai regulasi.
Program ini hadir sebagai terobosan tanpa preseden di Indonesia, sehingga pemerintah wajib mengawalnya secara cermat dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Seno terus mendorong seluruh OPD untuk memastikan bahwa inovasi berjalan efektif, transparan, dan terpantau.
Ia mengajak semua pihak memahami bahwa proses inovatif membutuhkan waktu dan ketelitian, bukan langkah tergesa-gesa yang berpotensi memunculkan kesalahan.
“Program-program tersebut merupakan terobosan tanpa preseden. Kami wajib memastikan seluruh pelaksanaan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ucapnya.
Menghadapi Tantangan Informasi di Era Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Seno menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya informasi menyesatkan di media sosial.
Ia menjelaskan bahwa banyak unggahan viral mengejar sensasi semata tanpa memastikan keakuratan data.
Beberapa tuduhan tidak berdasar bahkan menyasar dirinya secara pribadi.
Menurutnya, pola informasi digital saat ini lebih mengutamakan algoritma yang mendorong popularitas ketimbang fakta.
Ia menegaskan bahwa hoaks dan fitnah tidak hanya merugikan individu, tetapi juga merusak kualitas ekosistem informasi yang seharusnya mendukung pembangunan daerah.
Ajakan untuk Media Menjaga Profesionalisme
Mengakhiri sesi dialog, Seno mengajak seluruh insan media di Kaltim untuk mempertahankan prinsip-prinsip jurnalistik yang sehat.
Ia meminta media melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan berita agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan berimbang.
“Kepada rekan-rekan media, mari bersama kita memilah berita dengan cermat. Bila ada keraguan, lakukan klarifikasi dan konfirmasi data secara menyeluruh,” pungkasnya
Ia menekankan bahwa pemerintah membutuhkan kritik konstruktif untuk terus berbenah.
Namun, ia menggarisbawahi pentingnya membedakan kritik dengan fitnah.
Pemerintah, media, dan masyarakat harus berjalan seiring dalam rel yang benar demi kemajuan Kaltim.
Melalui kerja sama yang saling menghargai, Pemprov Kaltim optimistis dapat membangun ruang informasi publik yang lebih sehat dan kredibel.
Pemerintah terus bekerja, media terus mengawasi, dan masyarakat terus berpartisipasi—semua bergerak bersama demi Kaltim yang lebih maju dan transparan. (adv)

