Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Kutim Hadirkan Program Sigap Jalan

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menghadirkan terobosan dalam penanganan kerusakan jalan dan jembatan melalui program Sigap Jalan, sinergi Kemitraan Perbaikan Jalan Jembatan.
Program ini bertujuan mempercepat perbaikan infrastruktur penting dengan mengedepankan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kutim, Wahasuna Aqla, menekankan bahwa Sigap Jalan merupakan wadah komunikasi yang efektif untuk menampung permasalahan kerusakan jalan dan jembatan yang memerlukan penanganan cepat.
“Program ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga,” ujarnya.
Mekanisme Pelaporan yang Praktis dan Cepat
Salah satu keunggulan Sigap Jalan adalah mekanisme pelaporan yang mudah diakses masyarakat.
Melalui tautan [https://linktr.ee/sigapjalan](https://linktr.ee/sigapjalan), masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dapat melaporkan kondisi darurat jalan maupun jembatan.
Setiap laporan yang masuk akan langsung tersimpan dalam database Sigap Jalan, sehingga bisa segera ditanggapi oleh Pemkab Kutim.
Dalam pelaksanaannya, program ini berjalan dengan target waktu sekitar 60 hari.
Dari laporan yang masuk, sekitar 10 laporan berasal dari Kecamatan Kaliorang dan Kaubun.
Saat ini, dua titik kerusakan telah berhasil ditindaklanjuti melalui kolaborasi Dinas PUPR, masyarakat, dan pemerintah setempat.
Sinergi untuk Infrastruktur Berkualitas
Program Sigap Jalan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak.
Dengan melibatkan masyarakat dan perusahaan, pemerintah dapat lebih cepat merespons kerusakan mendadak tanpa harus menunggu proses penganggaran yang panjang.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa sinergi ini akan memperkuat penanganan infrastruktur secara tepat waktu dan efisien.
“Melalui Sigap Jalan, kita bisa segera menindaklanjuti kerusakan jalan atau jembatan yang sifatnya mendadak dan belum masuk dalam DPA tahun berjalan. Program ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan akses jalan yang aman dan nyaman,” tutur Joni.
Manfaat Jalan dan Jembatan bagi Masyarakat
Jalan dan jembatan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga pendukung konektivitas, mobilitas, dan interaksi sosial antarwilayah.
Kondisi jalan dan jembatan yang baik akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung aktivitas ekonomi.
Wahasuna Aqla menegaskan, Jalan dan jembatan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, perawatan dan perbaikan harus dilakukan secara cepat dan tepat agar fungsi infrastruktur tetap optimal.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Dinas PUPR Kutim berharap Sigap Jalan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi model pengelolaan infrastruktur yang partisipatif dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut, mempercepat penanganan kerusakan, dan meningkatkan kualitas jalan serta jembatan di Kutim.
Program ini juga memberikan contoh bagaimana teknologi dan partisipasi publik dapat diintegrasikan dalam pelayanan publik.
Dengan laporan yang langsung masuk ke database, pemerintah dapat melakukan analisis cepat, merencanakan perbaikan, dan memastikan setiap kerusakan ditangani dengan tepat. (adv)
