Percepat Pertumbuhan Perekonomian Daerah, Pemkab Kutim Usulkan Pembangunan Pelabuhan Capai Rp 200 Miliar

POLITIKAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui usulan Multiyears Contract (MYC) 2026–2028, pembangunan pelabuhan yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 200 miliar, menjadi salah satu proyek terbesar yang diajukan pemerintah daerah.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur logistik, tetapi juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong daya saing ekonomi Kutai Timur secara keseluruhan.
Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa pelabuhan yang akan dibangun ini direncanakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah logistik yang selama ini dihadapi oleh daerah pesisir dan beberapa kecamatan di Kutim.
Saat ini, sebagian besar kegiatan transportasi dan distribusi barang mengandalkan jalur darat yang terbatas, baik dari segi jarak maupun kondisi jalan yang tidak selalu mendukung.
“Pelabuhan ini bukan hanya infrastruktur pelengkap, tetapi fondasi baru bagi percepatan aktivitas perdagangan dan perekonomian Kutai Timur. Dengan adanya pelabuhan, distribusi barang akan lebih efisien dan akses pasar menjadi lebih terbuka,” ujar Noviari saat menghadiri hearing bersama DPRD Kutim, Kamis (13/11/2025).
Pelabuhan ini diproyeksikan untuk beroperasi pada tahun 2027.
Pada awal pembangunan, fokus akan lebih banyak diberikan pada pengembangan sisi darat yang meliputi fasilitas tambatan kapal, area bongkar muat, gedung operasional, serta kantor pengelola.
Dengan demikian, tahapan awal ini akan menjadi dasar penting bagi kelancaran konstruksi pada tahap berikutnya.
Menurut perencanaan, pelabuhan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi utama di Kutim, seperti perkebunan, perikanan, dan tambang.
Selama ini, akses logistik yang terbatas menjadi hambatan bagi pengembangan sektor-sektor tersebut.
Dengan hadirnya pelabuhan yang representatif, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik dan memperlancar arus perdagangan antar wilayah.
“Dengan adanya pelabuhan ini, kita bisa mempercepat distribusi hasil komoditas ke pasar luar daerah, yang tentu saja akan meningkatkan daya saing produk lokal. Ini adalah investasi yang sangat penting untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” lanjut Noviari.
Selain itu, pembangunan pelabuhan juga diprediksi akan menciptakan lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung.
Adanya kawasan ekonomi baru di sekitar pelabuhan juga diharapkan bisa meningkatkan kegiatan usaha, mulai dari sektor jasa, perhotelan, hingga perdagangan.
Tidak hanya itu, proyek ini akan membawa efek domino yang positif terhadap perekonomian lokal, seperti meningkatnya permintaan bahan bangunan, logistik, dan tenaga kerja.
Sebagai proyek infrastruktur yang bernilai tinggi, pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi simpul baru dalam peta pertumbuhan ekonomi Kutai Timur.
Keberadaannya di tengah wilayah yang luas dan kaya akan sumber daya alam, akan memperkuat posisi Kutim sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Pelabuhan ini kami harap dapat menjadi pendorong utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih baik,” tegas Noviari.
Dalam rangka merealisasikan proyek besar ini, Pemkab Kutim kini menunggu persetujuan lebih lanjut dari DPRD mengenai anggaran dan aspek teknis lainnya.
Proses pembahasan ini diharapkan bisa segera tuntas sehingga pembangunan pelabuhan bisa dimulai sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Pelabuhan yang akan dibangun ini adalah bagian dari rencana besar Pemkab Kutim dalam kerangka Multiyears Contract (MYC) 2026–2028.
Konsep MYC memungkinkan proyek-proyek infrastruktur besar yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun untuk dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dengan adanya MYC, Pemkab Kutim berharap pembangunan infrastruktur utama seperti pelabuhan dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sekaligus memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi masyarakat.
Pembangunan pelabuhan ini tidak hanya akan memperkuat sektor ekonomi yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang baru bagi investasi dan pertumbuhan industri baru di sekitar kawasan pelabuhan.
Dengan langkah ini, Kutim berharap dapat meraih posisi lebih kuat dalam peta ekonomi regional, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui pengembangan sektor-sektor yang berbasis pada daya saing dan keberlanjutan. (adv)
