Advertorial
Trending

Permintaan Meningkat, Pemprov Kaltim Siap Tambah Vaksin Serviks untuk Masyarakat

POLITIKAL.ID – Permintaan vaksin serviks (HPV) di Kalimantan Timur (Kaltim) naik drastis melebihi kuota awal.

Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks sangat tinggi.

Dalam pelaksanaan terakhir, kuota vaksinasi sebanyak 250 orang tidak mampu menampung seluruh peserta yang mendaftar.

Berdasarkan catatan, lebih dari 300 orang telah mendaftar untuk mendapatkan vaksin ini.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas layanan dan kecepatan suplai vaksin yang sepenuhnya bergantung pada pengiriman dari pemerintah pusat.

Pemerintah Bergerak Cepat

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, memastikan pemerintah provinsi telah mengajukan permintaan dosis tambahan ke pusat.

“Pendaftar kemarin lebih dari 300 orang, jadi mau tidak mau kami harus siapkan jadwal tambahan,” jelasnya pada Senin (1/12/2025).

Langkah ini menunjukkan kesiapan Pemprov Kaltim untuk menyesuaikan jadwal vaksinasi sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada peserta yang tertunda terlalu lama.

Salah satu faktor yang mendorong antusiasme masyarakat adalah harga vaksin yang lebih terjangkau berkat subsidi dari pemerintah pusat.

Peserta hanya perlu membayar Rp299 ribu, jauh lebih rendah dibanding harga pasar.

Kebijakan ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan partisipasi aktif dalam program pencegahan kanker serviks.

Menjaga Kepercayaan Publik

Pemprov Kaltim menekankan pentingnya memastikan ketersediaan layanan agar kepercayaan publik terhadap program vaksinasi tetap terjaga.

Dengan membuka jadwal tambahan segera setelah dosis tambahan dikirimkan, pemerintah provinsi menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan yang responsif dan berkualitas.

“Begitu dosis tambahannya dikirimkan, jadwal barunya langsung kami buka,” pungkasnya.

Pemprov Kaltim dengan dukungan subsidi dari pusat, bergerak cepat untuk memastikan layanan tetap merata dan terjangkau.

Dengan langkah ini, masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara optimal tanpa perlu menunggu lama, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program vaksinasi nasional. (Adv)

Show More

Related Articles

Back to top button